KH Muhammad Nuh Saksikan Pelantikan PD Hima Persis Kota Medan 2026-2028 ‎

Sabtu, Oktober 10, 2026


MEDAN (‎patimpus.com) - Ketua Pimpinan Wilayah Himpunan Mahasiswa Persatuan Islam (PW Hima Persis) Sumatera Utara (Sumut), Ahmad Rifaldi Siregar secara resmi melantik pengurus Pimpinan Daerah (PD) Hima Persis Kota Medan periode 2026-2028 yang di Komandoi Rahman Nur Aidil Panggabean di Aula GOR Dispora Sumut jalan Pancing Medan pada Jum'at (9/10/2026).

‎

‎Pelantikan PD HIMA Persis Kota Medan yang berlangsung khidmad itu, disaksikan langsung Ketua Pimpinan Wilayah (PW) Persatuan Islam (Persis) Sumatera Utara (Sumut) dan juga Anggota Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia (DPD RI), Anggota Majelis Permusyawaratan Rakyat Republik Indonesia (MPR RI), KH Muhammad Nuh MSP, hadir juga Ketua PD Persis Kota Medan Joko Imawan SPdI MM, berserta jajaran pengurus, Penasihat Persis Abdul Azis ST, Bendahara Persis Ir Tauhid Ichyar MT, Ketua Persatuan Islam Istri (Persistri) Dr Iwan Nasution, MHI, Walikota Medan yang diwakili  Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kota Medan, Andy Mario Siregar AP SSos MSP, Kapolrestabes Medan, dan pengurus serta kader HIMA PERSIS.

‎

‎Ketua PW Persis Sumut Ahmad Rifaldi Siregar berpesan kepada pengurus PD Persis Kota Medan yang baru dilantik fokus pada kaderisasi dan juga berekspansi mengibarkan bendera organisasi Hima Persis dengan mengajak dan menginformasikannya kepada mahasiswa-mahasiswi di seluruh penjuru kampus yang ada di Kota Medan.

‎

‎"Buat kawan-kawan PD Hima Persis Kota Medan yang baru dilantik, kita harapkan fokus pada kaderisasi, bisa melakukan ekspansi dengan mengembangkan, mengenalkan organisasi Hima Persis ini kepada mahasiswa-mahasiswi diseluruh penjuru kampus yang ada di kota Medan," ujar Ahmad Rifaldi.

‎

‎Ahmad Rifaldi juga berharap pengurus PD Hima Persis Kota Medan bisa berkolaborasi dengan stakeholder Pemerintah Kota (Pemko) Medan, membantu menuangkan ide pemikiran untuk kemajuan Kota Medan, dan juga menggali potensi kader-kader Hima Persis yang ada di Medan.

‎

‎"Kita PW Hima Persis Sumut berharap kepada kawan-kawan PD Hima Persis Kota Medan bisa berkolaborasilah dengan stakeholder Pemerintah Kota Medan, mampu menuangkan ide pemikiran dengan melihat kondisi kota Medan untuk kemajuan Kota Medan, dan  juga menggali potensi kader-kader yang ada di PD Persis Kota Medan demi untuk kemajuan roda organisasi," harap Ahmad Rifaldi.

‎

‎Sementara itu, Ketua PD Hima Persis Kota Medan periode 2026-2028 Rahman Nur Aidil Panggabean menyatakan kesiapannya untuk mengembangkan dan mengibarkan bendera organisasi Hima Persis ke setiap penjuru kampus yang ada di Kota Medan.

‎

‎"Visi misi saya selaku Ketua PD Hima Persis Kota Medan, kita ingin mengembangkan Hima Persis ada dan lahir disetiap kampus-kampus yang ada di wilayah Kota Medan, selain itu kita juga akan menggali potensi dari kader-kader PD Hima Persis Kota Medan untuk bisa berdayasaing tinggi terhadap perkembangan yang saat ini terjadi khususnya diwilayah Kota Medan," ungkap Aidil Panggabean. (Soni)

Sri Rezeki Sayangkan 161 Kendaraan Dinas Pemko Medan Belum Bayar Pajak

Jumat, Oktober 09, 2026


MEDAN (patimpus.com) - Wakil Ketua DPRD Kota Medan dari Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Hj Sri Rezeki AMd, menyayangkan banyaknya kendaraan dinas di lingkungan Pemerintah Kota (Pemko) Medan yang belum membayar pajak kendaraan bermotor (PKB).


Apalagi belakangan diketahui, dari total 385 kendaraan dinas di lingkungan Pemko Medan yang diperiksa oleh Walikota Medan, Rico Tri Putra Bayu Waas pada Selasa (6/10/2026) lalu, sebanyak 161 diantaranya kedapatan belum membayar PKB.


"Tentunya kita sangat menyayangkan banyaknya kendaraan dinas Pemko Medan yang belum membayar pajak. Dari 385 kendaraan yang diperiksa tempo hari, 161 diantaranya belum membayar pajak, itu kalau secara persentase sudah lebih dari 40 persen. Jumlah yang sangat banyak," ucap Sri Rezeki kepada wartawan, Jumat (9/10/2026) petang.


Dikatakan Sri Rezeki, total kendaraan dinas milik Pemko Medan berjumlah sekitar 5.000 unit. Ia meyakini, masih banyak kendaraan Pemko Medan lainnya yang belum membayar pajak.


"Baru 385 unit kendaraan dinas yang diperiksa, sudah 161 yang ditemukan tidak bayar pajak. Bagaimana kalau 5.000-an kendaraan itu diperiksa semua, ada berapa banyak lagi yang belum membayar pajak kendaraannya," tegas Pimpinan DPRD Kota Medan tersebut.


Sri Rezeki mengatakan, kejadian ini merupakan contoh buruk yang diberikan Pemko Medan kepada masyarakat tentang pentingnya taat membayar pajak.


"Masyarakat selalu diminta untuk membuat pajak tepat waktu, namun Pemko Medan sendiri tidak membayar pajak tepat waktu. Saya minta, Pemko Medan jangan menjadi contoh buruk, jadilah teladan bagi masyarakat," ujarnya.


Kedepan, Sri Rezeki meminta kepada Badan Keuangan dan Aset Daerah (BKAD) Kota Medan untuk segera menginventarisir seluruh aset milik Pemko Medan, baik aset bergerak maupun aset tidak bergerak. Inventarisir tersebut harus dilakukan secara detail, mulai dari keberadaan aset, penggunaan aset, nilai aset, pajak aset, biaya perawatan aset dan hal-hal lainnya yang tidak kalah penting.


"BKAD harus segera merapikan aset-aset Pemko Medan, inventarisir dengan benar dan menyeluruh. Khusus kendaraan dinas, pastikan seluruhnya sudah membayar pajak tepat waktu," tegasnya lagi.


Sri Rezeki mengatakan, saat ini DPRD Kota Medan bersama Pemko Medan tengah berfokus dalam meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD). Untuk itu, DPRD Kota Medan telah membentuk Pansus PAD.


"Jangan sampai upaya peningkatan PAD ini justru tidak diindahkan oleh OPD-OPD di lingkungan Pemko Medan sendiri. Kita semua harus bekerjasama dalam meningkatkan PAD Kota Medan, salah satunya dengan membayar PKB dengan tepat waktu. Apalagi sekarang,  Pemko Medan menerima langsung bagian 66 persen dari pungutan PKB setelah kebijakan opsen pajak resmi diberlakukan," pungkasnya.


Sebelumnya secara terpisah, Plt Kepala BKAD Kota Medan, Suluh Aulia Harahap, menegaskan bahwa sebanyak 161 kendaraan dinas ditemukan belum membayar pajak saat Walikota Medan, Rico Tri Putra Bayu Waas memeriksa 385 kendaraan dinas di halaman Lotte Grosir pada Selasa (6/10/2026) lalu.


"Total dari 385 kendaraan yang diperiksa kemarin, yang belum bayar pajak sebanyak 161 kendaraan," kata Suluh Aulia Harahap saat dikonfirmasi Sumut Pos, Jumat (9/10/2026).


Suluh Aulia mengatakan, Pemko Medan memberikan tenggat waktu selama satu minggu kepada seluruh Pimpinan OPD di lingkungan Pemko Medan untuk menertibkan kendaraan dinasnya masing-masing, termasuk membayar PKB kendaraan dinas.


"Setelah satu minggu, kita akan turun untuk memeriksa seluruh kendaraan dinas di lingkungan Pemko Medan. Semua kendaraan yang sudah jatuh tempo pembayaran PKB, harus sudah membayar PKB-nya," tegasnya.


Dilanjutkan Suluh Aulia, apabila nantinya masih ada kendaraan dinas yang belum juga membayar PKB, maka pihaknya akan segera melaporkan hal tersebut kepada Walikota Medan.


"Kalau tidak juga membayar pajak kendaraan dinasnya, maka itu nanti kita laporkan ke pimpinan. Untuk sanksi (yang akan diberikan), tentunya kita menunggu arahan pimpinan," tutupnya. (rel/don)

Main Gendang Melayu, Rico Waas Ajak Masyarakat Rawat Warisan Leluhur

Jumat, Oktober 09, 2026


MEDAN (patimpus.com) - Walikota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas mengingatkan budaya yang hidup di Kota Medan bisa terkikis bahkan hilang jika tidak dirawat di tengah arus modernisasi. 


Ia mencontohkan sejumlah kesenian Melayu yang ditampilkan saat pembukaan Pekan Budaya Daerah Kota Medan 2026, yang menurutnya mungkin sudah tidak banyak dikenal masyarakat.


Pesan itu disampaikan Wali Kota saat membuka Pekan Budaya Daerah Kota Medan 2026 di Lapangan Benteng Medan, Kamis malam (8/10/2026). 


Kegiatan yang berlangsung 8–10 Oktober 2026 tersebut mengusung tema “Merawat Pusaka, Menjunjung Budaya” dan menjadi pelaksanaan perdana Pekan Budaya Daerah Kota Medan.


Pembukaan ditandai dengan pemukulan gendang oleh Rico Waas bersama kelompok pemusik yang membawakan instrumen Rempak Mendai Melayu Deli. 


Dalam harmoni tabuhan perkusi Melayu, Rico Waas tampak bermain luwes dan tidak canggung. Ia menyatu dengan irama yang dimainkan para penabuh sanggar, termasuk saat memainkan gensang dalam irama Melayu Deli. 


Penampilan tersebut memperlihatkan keterlibatan Rico Waas dalam menghidupkan suasana pembukaan sekaligus memberi penghormatan terhadap tradisi musik Melayu yang menjadi bagian dari warisan budaya Kota Medan.


Selama tiga hari, Pekan Budaya Daerah diisi beragam pertunjukan, perlombaan, dan kegiatan budaya. Agenda yang digelar antara lain Menegakkan Keris, Berbalas Pantun Melayu, Kuliner Nasi Hadap-Hadapan Multietnis, Tari Kreasi Zapin Melayu, Kampung Budaya, serta Estafet Egrang antarpelajar SMP se-Kota Medan. Kegiatan juga melibatkan pelajar SD dan SMP serta dirangkai dengan penganugerahan kepada tokoh dan pegiat kebudayaan Kota Medan.


Dalam sambutannya, Rico mengatakan tarian Dayang Nan Tujuh yang ditampilkan pada awal acara menjadi contoh kesenian tradisional yang perlu kembali diperkenalkan. Ia menilai sebagian besar masyarakat kemungkinan belum pernah melihat kesenian tersebut, padahal merupakan bagian dari kebudayaan Melayu yang hidup di Kota Medan dan mulai jarang ditampilkan.


“Mayoritas mungkin 90 persen tidak pernah melihat tarian tersebut. Padahal sejatinya tarian tersebut adalah tarian asli dari Melayu yang mungkin hampir punah pada saat ini,” ungkapnya.


Wali Kota juga mendorong Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Medan bersama para tokoh budaya terus memperkenalkan dan mempromosikan berbagai kebudayaan yang ada, terutama kesenian yang mulai jarang ditampilkan dan berisiko terlupakan oleh generasi muda.


Ia juga meminta para tokoh kebudayaan dilibatkan dalam menyusun perencanaan kegiatan untuk tahun-tahun berikutnya. Masukan mengenai kegiatan yang perlu digelar, menurutnya, perlu dituangkan dalam rancangan agar pelestarian budaya tidak berhenti pada satu perhelatan, tetapi terus berkembang dan dapat dirasakan masyarakat.


“Kami minta dituliskan apa yang perlu dan penting agar nantinya acara-acara kebudayaan kita benar-benar bisa dirasakan dan tetap bisa eksis di dunia modern seperti ini,” ujarnya.


Menurut Rico Waas, pelestarian budaya tidak hanya berfokus pada seni kontemporer dan tarian populer. Kesenian tradisional yang memiliki nilai sejarah maupun kesakralan juga perlu mendapat ruang, termasuk berbagai kebudayaan lain yang hidup dan berkembang di Kota Medan.


“Jangan sampai kebudayaan kita terkikis satu per satu hingga akhirnya menghilang. Apa yang kita lihat hari ini merupakan kekayaan yang harus kita jaga agar anak-anak dan cucu kita tetap mengenal budaya daerahnya,” pesannya dalam perhelatan yang dihadiri para seniman dan budayawan, Asisten Sekretariat Daerah Kota Medan, pimpinan perangkat daerah, serta camat se-Kota Medan.


Dalam kegiatan itu, Rico Waas menyerahkan Sertifikat Anugerah Tokoh Penggiat Kebudayaan Kota Medan Tahun 2026 kepada 25 tokoh, antara lain Prof. Dr. phil. Ichwan Azhari, M.S., T. M. Muhar Omtatok, dan Teja Purnama Lubis.


Penghargaan tersebut diberikan sebagai bentuk apresiasi atas dedikasi, kontribusi, dan peran nyata mereka dalam pelestarian, pengembangan, serta pemajuan kebudayaan di Kota Medan.


Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Medan Ahmad Barli Mulia Nasution berharap Pekan Budaya Daerah dapat terus dilaksanakan pada tahun-tahun mendatang dengan berbagai perbaikan.


Ia berharap kegiatan tersebut menjadi ruang edukasi serta kreativitas bagi pelajar, seniman, dan masyarakat untuk melestarikan budaya sekaligus memperkuat karakter generasi muda. (rel/don)

Rico Waas Kawal Penyelesaian Stadion Teladan, Temukan Sejumlah Bagian Masih Perlu Dibenahi

Kamis, Oktober 08, 2026


MEDAN (patimpus.com) - Walikota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas memberi perhatian serius terhadap penyelesaian Stadion Teladan. 


Saat meninjau pembangunan, Kamis (8/10/2026), Rico Waas menemukan sejumlah detail yang masih harus dibenahi, terutama pada fasad,  tangga dan akses tribun stadion.


Tidak hanya mengecek progres fisik pembangunan, Rico juga memastikan setiap bagian stadion nantinya benar-benar aman, nyaman, dan layak digunakan masyarakat. Sebab, stadion yang menjadi salah satu ikon olahraga Kota Medan itu ditargetkan segera rampung dan diserahterimakan kepada Pemerintah Kota Medan.


Didampingi Kepala Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman, Cipta Karya dan Tata Ruang (Perkimcikataru) John Ester Lase serta Camat Medan Kota Andy Syahputra, Rico melihat langsung sejumlah bagian yang dinilai masih perlu mendapat perhatian.


Saat peninjauan Rico Waas melihat perbedaan ketinggian pada tangga, bagian tangga yang mengalami kerusakan, hingga jalur masuk yang dinilai belum optimal.


“Stadion ini adalah kebanggaan masyarakat Kota Medan. Karena itu, keamanan dan kenyamanannya harus menjadi prioritas,” ujar Rico Waas 


Menurut Rico Waas, pembangunan memang terus menunjukkan progres. Namun, waktu penyelesaian semakin terbatas. Pekerjaan yang bersumber dari APBD, termasuk pembangunan fasad stadion, ditargetkan selesai sesuai kontrak pada 12 November 2026.


Di sisi lain, pekerjaan yang menjadi kewenangan Kementerian Pekerjaan Umum, seperti tribun, tangga dan sejumlah akses lainnya, juga diminta segera dituntaskan agar tidak menghambat keseluruhan proses penyelesaian stadion.


Rico menegaskan, mengejar target waktu tidak boleh membuat aspek keamanan dan kualitas pekerjaan terabaikan.


“Saya mendorong seluruh pekerjaan selesai tepat waktu, tanpa mengabaikan keamanan, detail, dan kualitas finishing. Saat akan diserahterimakan kepada Pemerintah Kota Medan, stadion harus dalam kondisi baik, aman, dan layak digunakan,” tegasnya.


Rico Waas juga meminta seluruh pihak yang terlibat terus mengawal pembangunan hingga seluruh pekerjaan benar-benar selesai. 


Menurutnya, stadion tidak cukup hanya terlihat megah secara fisik, tetapi juga harus memberikan rasa aman dan nyaman bagi masyarakat yang nantinya datang menyaksikan berbagai kegiatan di dalamnya.


Selain pembangunan fisik, Rico turut menaruh perhatian terhadap kondisi kawasan sekitar stadion. Ia menginstruksikan dinas terkait bersama jajaran kewilayahan untuk menertibkan parkir liar di sekitar Stadion Teladan serta memastikan kebersihan dan penataan kawasan tetap terjaga.


“Ini menjadi perhatian kita bersama. Mari kawal hingga stadion kebanggaan Medan benar-benar selesai dengan baik,” ungkap Rico Waas. (rel/don)

Medan Kota Strategis, Rico Waas Buka Pintu Investasi dan Perdagangan Buat Malaysia

Kamis, Oktober 08, 2026



MEDAN (patimpus.com) - Kota Medan membuka peluang lebih luas untuk memperkuat kerja sama ekonomi dengan Malaysia.


Hal itu mengemuka saat Walikota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas menerima kunjungan silaturahmi Duta Besar Malaysia untuk Republik Indonesia, Dato' Muzafar Shah Mustafa, di Balai Kota Medan, Kamis (8/10/26).


Dalam pertemuan tersebut, Rico Waas memaparkan berbagai potensi Kota Medan, mulai dari ekonomi, UMKM, transportasi massal, pengelolaan sampah hingga pariwisata.


Rico Waas menyebut Medan memiliki posisi strategis sebagai kota terbesar di Sumatera dengan penduduk sekitar 2,5 juta jiwa. Sebagai kota multikultur, Medan juga memiliki kekayaan kuliner dan budaya yang menjadi modal penting dalam pengembangan pariwisata.


Di sektor ekonomi, Rico mengungkapkan realisasi investasi Kota Medan pada 2025 mencapai sekitar Rp14,5 triliun, jauh melampaui target Rp7 triliun. Pertumbuhan ekonomi Medan pada tahun yang sama juga mencapai sekitar 5,10 persen.


"Medan ini tidak hanya memiliki ekonomi makro, tetapi juga ekonomi mikro. Kota ini juga menjadi kotanya UMKM," ujar Rico Waas didampingi Asisten Pemerintahan Dan Kesejahteraan Rakyat Muhammad Sofyan, Kadis Pariwisata Odi Anggia Batubara, Plt Kadis Kesehatan Surya Syahputra dan Kabag Kerjasama Seri Inderahayu.


Rico Waas juga memaparkan pembangunan BRT yang ditargetkan berkembang dari lima menjadi 12 koridor pada 2027 dan menghubungkan Medan, Binjai serta Deli Serdang. Armada bus listrik juga ditargetkan meningkat dari 60 menjadi sekitar 283 unit.


Selain itu, menurut Rico Waas, Medan tengah mengembangkan program PSEL, yakni pengelolaan sampah jadi energi yang merupakan program Pemerintah pusat. Untuk potensi sampah lebih dari 1.700 ton per hari. Selain itu Pemko Medan juga melakukan penataan lima Kawasan Strategis Pariwisata, termasuk kawasan Kota Tua.


Sementara itu, Dato' Muzafar yang hadir didampingi Konjen Malaysia Tuan Sahril Nizam Bin Abdul Malek  dan delegasi lainnya menegaskan bahwa Medan merupakan kota yang sangat penting bagi Malaysia, khususnya dalam hubungan ekonomi dan perdagangan di Sumatra Utara.


"Saya merasakan Medan ini satu bandar yang sangat welcoming kepada para pelawat yang datang ke sini," kata Dato' Muzafar.


Ia mengungkapkan, total perdagangan Malaysia-Indonesia pada 2023 mencapai lebih dari USD26 miliar dengan perdagangan dua arah Malaysia dan Medan mencapai sekitar USD1,5 miliar.


Menurutnya, angka tersebut menunjukkan besarnya potensi yang masih dapat dikembangkan. Malaysia, kata dia, tertarik menjajaki kerja sama di bidang kesehatan, industri halal, pengolahan makanan, infrastruktur perkotaan, ekonomi digital, pariwisata dan hospitalitas.


Kerja sama juga akan diarahkan untuk memperkuat UMKM melalui business matching dan business networking antara pelaku usaha Malaysia dan Medan.


"Medan adalah satu kota yang amat penting bagi Malaysia dari segi ekonomi dan juga perdagangan," tegasnya.


Dato' Muzafar berharap kunjungan perdana tersebut menjadi awal kerja sama yang lebih konkret antara Malaysia dan Kota Medan. Penguatan hubungan ini diharapkan membuka peluang investasi, memperluas perdagangan, menciptakan lapangan kerja dan memberikan manfaat bagi masyarakat kedua negara. (rel/don)

Ekobis

Pendidikan

Hukum

Kesehatan

Komunitas

Jajanan

Peristiwa

Tradisi