Renovasi Mushola Al Mukhsinin Pasar VI Sunggal Ditandai ‎Peletakan Batu Pertama

Rabu, Juli 08, 2026


‎MEDAN (patimpus.com) -  Semangat kekompakan warga Muslim Kelurahan Babura Sunggal kembali terlihat. Panitia Pembangunan bersama warga Medan Sunggal Mulai melaksanakan peletakan batu pertama renovasi Musholah Al-Mukhsinin yang berlokasi di Pasar VI, Jalan Darusalam, Medan pada Rabu (8/7/2026).

‎Acara sederhana tersebut dihadiri langsung oleh Lurah Babura Sunggal, Hadengganan Harahap, S.Pd didampingi Sekretaris Kelurahan Saleh Harahap bersama Wakil Ketua Bidang Dewan Pertimbangan Falqi. Dr. H. Arso, SH., M.Ag selaku perwakilan MUI Sumut.  

‎Sementara itu, dari panitia pembangunan turut hadir Ketua H. A. Rachmansyah Rahman, Wakil Ketua M. Zailani, Bendahara Dr. Ir. H. Suwito Asmo, MM,Wakil Bendahara T. Adil Faridz.

Perluas Musholah Demi Kenyamanan Jamaah

‎Ketua Panitia Perluasan Musholah Al-mukhsinin, H. A. Rachmansyah dalam sambutannya mengatakan, renovasi ini dilakukan untuk memberikan kenyamanan dan ketentraman bagi jamaah dalam beribadah.

‎Pada renovasi peletakan batu pertama itu, turut hadir juga sesepuh dan saksi berdirinya Musholah Al-Mukhsinin H. Suwito Asmo.

‎Dalam sambutannya, H. Suwito Asmo menjelaskan sejarah berdirinya Musholah Al-Mukhsinin yang merupakan wakaf dari almarhum Bapak Saleh sejak tahun 1960-an.

‎“Musholah Al-Mukhsinin ini  berdiri sejak tahun 1960-an. Ini adalah wakaf dari almarhum Bapak Saleh. Melihat kondisi bangunan yang sudah tua dan ruangannya yang kecil, maka kami warga muslim berinisiatif untuk merenovasi, memperluas, dan memperindah bangunan Musholah Al-Mukhsinin ini ke depan,” Ujarnya.

‎Ia juga berharap setelah direnovasi dalam waktu 6 bulan kedepan dengan biaya renovasi hingga 900 juta dan infaq yang sudah terkumpul sekitar 400 juta musholah dapat menampung lebih banyak jamaah dan menjadi pusat kegiatan keagamaan Umat Muslim dilingkungan sekitarnya.

Titik Awal Kebangkitan Ukhuwah

‎Sementara itu, Lurah Babura Sunggal Hadengganan Harahap,S.Pd mengatakan secara pribadi dan pemerintah Kota Medan mengapresiasi inisiatif warga dan berharap dengan pembangunan renovasi ini akan terjalin lebih kuat silaturahmi warga muslim kelurahan Babura Sunggal. Ia didampingi Seklur Saleh Harahap menyampaikan rasa syukur atas dimulainya pembangunan ini.

‎“Peletakan batu pertama renovasi Musholah Mukhsinin ini adalah titik awal kebangkitan ukhuwah muslim di Kota Medan, khususnya di Kelurahan Babura Sunggal. Semoga pembangunan berjalan lancar dan menjadi amal jariyah bagi kita semua,” ungkapnya.

‎Perwakilan MUI Sumut, Dr. H. Arso, SH.,M.Ag juga memberikan doa sekaligus menentukan titik garis arah Kiblat musholah Al,Mukhsinin dan memberikan dukungan agar renovasi musholah berjalan lancar dan membawa keberkahan bagi masyarakat sekitar.

‎Acara diakhiri dengan doa bersama dan peletakan batu pertama secara simbolis oleh Lurah, perwakilan MUI Sumut, dan Ketua Panitia. (Soni)

‎M Arif Tanjung Dukung Percepatan Perbaikan Jalan Dan Normalisasi Drainase Di Medan

Senin, Juli 06, 2026


‎MEDAN (patimpus.com) - Pemerhati sosial sekaligus tokoh masyarakat, M Arif Tanjung, memberikan masukan untuk Dinas Sumber Daya Air, Bina Marga dan Bina Konstruksi (SDABMBK) Kota Medan dalam mempercepat perbaikan jalan rusak dan normalisasi drainase guna meningkatkan keselamatan pengguna jalan serta mengurangi risiko banjir.

‎Menurut Arif Tanjung, jalan berlubang tidak hanya mengganggu kenyamanan masyarakat dan pengguna jalan, bahkan dapat memicu kecelakaan lalu lintas. Karena itu, penyelenggara jalan memiliki kewajiban untuk segera melakukan perbaikan sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Nomor 38 Tahun 2004 tentang Jalan dan Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan.

‎"Kalau jalan rusak belum bisa diperbaiki karena menunggu anggaran, minimal harus dipasang rambu peringatan agar pengguna jalan lebih waspada. Itu merupakan kewajiban penyelenggara jalan," ujar Arif Tanjung, Minggu (6/7/2026).

‎Ia juga meminta Pemerintah Kota Medan memperkuat anggaran swakelola agar kerusakan jalan yang bersifat mendesak dapat ditangani lebih cepat seperti Paching Aspal. Selain itu, setiap UPTD di lingkungan Dinas SDABMBK diharapkan memiliki layanan pengaduan atau call center sehingga laporan masyarakat mengenai jalan rusak maupun drainase tersumbat dapat segera ditindak lanjuti.

‎Arif Tanjung turut mengapresiasi jika program normalisasi drainase dapat berjalan, yang akan dilaksanakan secara bertahap selama tiga bulan. Menurutnya, program tersebut merupakan langkah strategis untuk memperlancar aliran air sekaligus meminimalkan genangan dan banjir di Kota Medan.

‎"Kita juga harus mendukung seluruh kepala OPD yang baru dilantik Wali Kota Medan Bapak Rico Tri Putra Bayu Waaa dan Wali Walikota Medan Bapak H. Zakiyuddin Harahap agar dapat menunjukkan kinerja terbaiknya. Saya optimistis di bawah kepemimpinan Kepala Dinas SDABMBK, Khairul Azmi, S.STP., M.T., akan lahir berbagai terobosan kreatif dalam penanganan jalan dan drainase sehingga pelayanan kepada masyarakat semakin baik," katanya.

‎Arif Tanjung menambahkan, pembangunan infrastruktur yang berkualitas merupakan salah satu fondasi utama dalam mewujudkan pelayanan publik yang prima. Jalan yang baik dan sistem drainase yang berfungsi optimal akan mendukung kelancaran mobilitas masyarakat, memperlancar distribusi barang dan jasa, serta mendorong pertumbuhan ekonomi Kota Medan.

‎Ia berharap seluruh organisasi perangkat daerah (OPD) di lingkungan Pemerintah Kota Medan terus memperkuat sinergi dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat. Menurutnya, program pembangunan yang menyentuh kebutuhan masyarakat secara langsung harus menjadi prioritas agar manfaatnya benar-benar dirasakan oleh warga.

‎Arif Tanjung juga mengajak masyarakat ikut menjaga fasilitas umum yang telah dibangun pemerintah dengan tidak membuang sampah ke saluran drainase serta aktif melaporkan kerusakan jalan di lingkungan masing-masing.

‎Menurutnya, kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat merupakan kunci keberhasilan pembangunan, sejalan dengan semangat "Medan untuk Semua, Bersatu Menuju Hebat, Medan Tangguh, Maju untuk Semua."

‎"Dengan semangat tersebut, saya optimistis pembangunan infrastruktur di Kota Medan akan semakin baik, pelayanan publik semakin cepat, dan masyarakat dapat merasakan manfaatnya secara merata. Jika pemerintah dan masyarakat terus bersinergi, Medan akan menjadi kota yang aman, nyaman, tangguh, dan maju untuk semua," pungkas Arif Tanjung. (Soni)

Bikin Gebrakan Baru, Perumda Tirtanadi Turunkan Tarif Pemakaian Air Juli 2026

Kamis, Juli 02, 2026

MEDAN (patimpus.com) - Ditengah sulitnya ekonomi masyarakat saat ini, Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Tirtanadi membuat terobosan baru dengan menurunkan tarif pemakaian air seluruh jenis kategori pelanggan.


"Mulai Juli 2026 tarif pemakaian air pelanggan turun,"kata Direktur Utama (Dirut) Perumda Tirtanadi Ardian Surbakti Kamis (2/7/2026).


Dikatakan Ardian Surbakti, penurunan tarif ini dikuatkan dengan Surat Keputusan (SK) Gubernur Sumatera Utara selaku kuasa pemilik modal dengan Nomor 188.44/321/KPTS/2026 tentang Tarif Air Minum Perusahaan Umum Daerah Air Minum Tirtanadi Provinsi Sumatera Utara Tahun 2026.


Dalam SK tersebut diputuskan bahwa kesatu tarif air minum Perumda Tirtanadi Sumut tahun 2026. Kedua keputusan Gubernur ini mulai berlaku, keputusan Gubernur Sumut No 188.44/732/KPTS/2016 tentang penetapan tarif air minum dan air limbah Perumda Tirtanadi dicabut dan dinyatakan tidak berlaku. Ketiga keputusan Gubernur selaku kuasa pemilik modal Perumda Tirtanadi ini mulai berlaku pada tanggal ditetapkan.


Sementara Kepala Divisi (Kadiv)  Pemasaran Sahrim Siregar mengatakan dibandingkan tarif sebelumnya tahun 2017 untuk pemakaian Rumah Tangga (RT) 1 dengan  pemakaian 10.000 liter dikenakan tarif  1,30 sedangkan tarif baru 0,94 untuk RT 2 tarif lama 1,63 tarif baru 1.00, untuk RT  3 tarif lama 2,28 tarif baru 1,80 sedangkan RT 4 tarif lama 2,67 dan tarif baru 2,30, untuk RT 5 tarif lama 3,84 tarif baru 3,50 sementara RT 6 tarif lama 4,81 tarif baru 4, 60.


Dijelaskan Sahrim Siregar dalam tarif baru memakai 4 blok tarif, sedangkan tarif lama menggunakan 2 blok tarif. Dikatakan Sahrim Siregar pelanggan semakin murah dalam membayar pemkaian air jika menghemat penggunaan air bersih.


"Dengan tarif baru ini, masyarakat pelanggan sangat murah membayar pemakaian air jika benar-benar menghemat prmakaian air," ujar Sahrim Siregar.


Diharapkannya dengan turunnya tarif pemakaian air pelanggan tidak ada lagi yang menunggak pembayaran air pada setiap bulan, sehingga pelayanan dapat dilaksanakan dengan baik.


"Mudah-mudahan dengan tarif baru ini pelanggan semakin mudah dalam membayar pemakian air sehingga pelayanan prima dapat diwujudkan dengan baik," ujar Sahrim Siregar.


Rajamin Sirait : Terobosan Luar Biasa


Di tempat terpisah Dewan Pengawas periode 2010 - 2013 Rajamin Sirait menyambut baik terobosan baru penuranan tarif pemakaian air Tirtanadi. 


Rajamin berharap sebagai Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) di Sumut sudah saatnya Tirtanadi lebih  inovatif dalam pengembangan usaha baru seperti pengelolaan limbah ataupun pemanfaatan aset lainnya di Tirtanadi sehingga tidak hanya terfokus pengelolaan air.


"Sudah saatnya Tirtanadi lebih inovatif dalam pengembangan usaha untuk menambah pendapatan baru dan kesejahteraan pegawai," ujar Rajamin yang juga pengusaha Sumut ini. (don)

BPJS Kesehatan dan USU Gelar Fun Run, Dorong Peserta Prolanis Terapkan Hidup Sehat

Sabtu, Juni 27, 2026

MEDAN (patimpus.com) - BPJS Kesehatan bersama Universitas Sumatera Utara menggelar kegiatan Fun Run BPJS Kesehatan–USU Tahun 2026 sebagai bagian dari upaya mendorong budaya hidup sehat melalui aktivitas fisik, khususnya bagi peserta Program Pengelolaan Penyakit Kronis atau Prolanis.


Kegiatan ini dihadiri oleh unsur pimpinan Universitas Sumatera Utara, Dinas Kesehatan Provinsi Sumatera Utara, jajaran BPJS Kesehatan, perwakilan fasilitas kesehatan, tenaga kesehatan, serta peserta Prolanis. Acara tersebut menjadi momentum untuk memperkuat pesan bahwa pengelolaan penyakit kronis tidak cukup hanya dilakukan melalui pengobatan, tetapi juga harus disertai edukasi, pendampingan, dan perubahan gaya hidup.


Direktur Jaminan Pelayanan Kesehatan BPJS Kesehatan Abdi Kurniawan Purba, dalam sambutannya menyampaikan bahwa Indonesia saat ini sedang menghadapi tantangan besar berupa pergeseran beban penyakit dari penyakit menular menuju penyakit tidak menular. Penyakit kronis seperti diabetes, hipertensi, penyakit jantung, dan stroke disebut sebagai persoalan kesehatan yang membutuhkan perhatian serius dari seluruh pihak.


Menurutnya, paradigma pelayanan kesehatan tidak boleh hanya bertumpu pada pendekatan kuratif atau pengobatan setelah sakit. Melalui transformasi kesehatan, masyarakat perlu didorong untuk lebih menempatkan upaya promotif dan preventif sebagai bagian penting dalam menjaga kualitas hidup.


“Program Pengelolaan Penyakit Kronis bukan sekadar pembagian obat rutin. Program ini adalah tentang pendampingan, edukasi, dan pemberdayaan,” demikian pesan utama yang disampaikan dalam kegiatan tersebut. 


Abdi menambahkan, Kegiatan Fun Run ini juga menjadi simbol bahwa olahraga merupakan bagian penting dalam pengelolaan penyakit kronis. Aktivitas fisik secara teratur dapat membantu peserta dengan diabetes dalam mengontrol kadar gula darah, serta membantu penderita hipertensi dan penyakit jantung menjaga fungsi pembuluh darah dan kerja jantung secara lebih baik.


“Kami menekankan bahwa kunci olahraga bagi penderita penyakit kronis bukan terletak pada intensitas, melainkan konsistensi. Tujuan utama kegiatan ini bukan untuk menjadi yang tercepat mencapai garis akhir, tetapi untuk membangun kebiasaan sehat yang dapat dilakukan secara berkelanjutan,” terang Abdi.


Lebih lanjut, Abdi menyampaikan apresiasi kepada Fakultas Kedokteran Universitas Sumatera Utara atas kolaborasi dalam pelaksanaan kegiatan ini. Perguruan tinggi dinilai memiliki peran strategis dalam mendukung keberlanjutan Program Jaminan Kesehatan Nasional melalui riset, inovasi, dan penguatan pendekatan berbasis bukti.


“Sinergi antara pemerintah, akademisi, fasilitas kesehatan, dan masyarakat merupakan formula penting dalam menjawab persoalan kesehatan yang semakin kompleks. BPJS Kesehatan berharap kerja sama dengan USU tidak berhenti pada kegiatan Fun Run, tetapi dapat berkembang menjadi inovasi pengelolaan penyakit kronis dan isu kesehatan lainnya yang bermanfaat langsung bagi masyarakat,” kata Abdi.


Pada kesempatan yang sama, Dekan Fakultas Kedokteran USU Muara Panusunan Lubis, menyampaikan bahwa pihaknya menyambut baik kegiatan Fun Run yang bekerja sama dengan BPJS Kesehatan tersebut. Menurutnya, kegiatan tersebut merupakan salah satu upaya untuk mengajak masyarakat untuk memelihara pola hidup sehat.


“Kedepannya, semoga sinergi antara BPJS kesehatan dengan Fakultas Kedokteran USU tetap dapat terjalin dengan baik. Terutama dalam membangun kesadaran untuk terus mengedepankan upaya promotif dan preventif dalam menjaga kesehatan, serta disiplin menjalankan pola hidup yang sehat,” ujar Muara. (don)

Gandeng DLHK Sumut, PTPN IV Regional 2 Perkuat Kualitas Pelaporan PROPER

Sabtu, Juni 27, 2026

SIMALUNGUN (patimpus.com) - PTPN IV Regional 2 memperkuat komitmen terhadap tata kelola lingkungan dengan membekali unit-unit usahanya mengenai mekanisme pelaporan Program Penilaian Peringkat Kinerja Perusahaan dalam Pengelolaan Lingkungan Hidup (PROPER) periode 2025-2026.


Langkah tersebut diwujudkan melalui bimbingan teknis pengisian Sistem Informasi Pelaporan Elektronik Lingkungan (SIMPEL) yang digelar di Kebun Bah Jambi, Kabupaten Simalungun, pada 23-24 Juni 2026.


Kegiatan tersebut menghadirkan Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) Provinsi Sumatera Utara sebagai narasumber sekaligus pendamping teknis bagi seluruh unit usaha PTPN IV Regional 2. 


Menurut Region Head PTPN IV Regional 2, Budi Susanto, pengelolaan lingkungan telah menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari operasional Perusahaan. Karena itu, setiap proses pelaporan harus disusun secara akurat, transparan, dan sesuai dengan ketentuan yang berlaku agar mampu merepresentasikan kondisi di lapangan secara utuh.


Selain proses penilaian administrasi, kata Budi, PROPER juga menjadi instrumen untuk mengukur komitmen Perusahaan dalam menjalankan pengelolaan lingkungan secara bertanggung jawab. 


“Melalui bimbingan teknis ini kami ingin memastikan seluruh unit usaha memahami mekanisme pelaporan dengan baik sehingga data yang disampaikan benar, lengkap, dan dapat dipertanggungjawabkan,” ujar Budi.


Selama dua hari, peserta memperoleh pendalaman mengenai tata cara pengisian akun SIMPEL, kelengkapan dokumen pendukung, hingga penyesuaian terhadap ketentuan pelaporan yang menjadi bagian dari proses penilaian PROPER oleh Kementerian Lingkungan Hidup.


Pelaksanaan bimbingan teknis ini menjadi bagian dari upaya PTPN IV Regional 2 guna memastikan setiap unit kerja memiliki pemahaman yang sama terhadap standar pelaporan lingkungan. Ketepatan penyampaian data dinilai menjadi faktor penting karena menjadi dasar dalam menggambarkan implementasi pengelolaan lingkungan yang telah dijalankan perusahaan.


Menurut Budi, pelaporan yang berkualitas akan mendukung proses evaluasi sekaligus menjadi bahan perbaikan dalam pengelolaan lingkungan Perusahaan. PTPN IV Regional 2, kata Budi, akan terus mendorong setiap unit usaha agar menjadikan kepatuhan terhadap regulasi sebagai bagian dari budaya kerja, seiring dengan upaya meningkatkan produktivitas.


Budi menambahkan, sinergi dengan DLHK Provinsi Sumatera Utara menjadi langkah strategis karena memberikan ruang diskusi langsung terkait berbagai aspek teknis yang kerap dihadapi unit usaha dalam proses pelaporan. Melalui pendampingan tersebut, setiap peserta diharapkan memiliki pemahaman yang seragam terhadap ketentuan yang diterapkan dalam penilaian PROPER.


“Kami memandang pembinaan dari regulator sebagai bagian penting dalam meningkatkan kualitas tata kelola Perusahaan. Semakin baik pemahaman terhadap regulasi, semakin efektif pula implementasi pengelolaan lingkungan yang dapat dilakukan di masing-masing unit kerja,” katanya.


Menurut Plh. Kepala Bagian Sekretariat dan Hukum PTPN IV Regional 2, Hwin Dwi Putera, bimbingan teknis difokuskan pada tahapan pengisian akun SIMPEL yang menjadi media resmi penyampaian dokumen dalam proses penilaian PROPER. Selain membahas aspek administratif, peserta juga memperoleh penjelasan mengenai standar kelengkapan dokumen, tata cara unggah data, serta penyesuaian terhadap perkembangan ketentuan pelaporan yang berlaku.


Menurut Hwin, kesalahan dalam penyusunan maupun pengunggahan dokumen dapat memengaruhi proses evaluasi apabila tidak segera diperbaiki. Oleh sebab itu, kegiatan tersebut dirancang agar peserta dapat melakukan verifikasi sejak awal sehingga seluruh dokumen yang dipersyaratkan telah sesuai sebelum disampaikan kepada tim penilai.


“Melalui pendampingan ini kami berharap seluruh unit usaha memiliki persepsi yang sama mengenai tata cara pengisian SIMPEL dan kelengkapan dokumen pendukung. Dengan demikian, proses pelaporan dapat berjalan lebih efektif, meminimalkan potensi kekeliruan administrasi, serta memenuhi seluruh ketentuan yang dipersyaratkan dalam penilaian PROPER,” ujar Hwin.


Hwin mengatakan, penguatan kapasitas sumber daya manusia dalam aspek kepatuhan lingkungan akan terus dilakukan sebagai bagian dari upaya PTPN IV Regional 2 membangun tata kelola yang profesional. Menurutnya, keberhasilan pengelolaan lingkungan tidak hanya ditentukan oleh pelaksanaan program di lapangan, tetapi juga oleh kualitas dokumentasi serta pelaporan yang menjadi dasar penilaian regulator.


Melalui kegiatan tersebut, PTPN IV Regional 2 berharap seluruh unit usaha mampu menjalankan proses pelaporan PROPER secara lebih sistematis, akurat, dan tepat waktu. 


“Komitmen itu diharapkan semakin memperkuat implementasi prinsip keberlanjutan sekaligus mendukung peningkatan kinerja perusahaan dalam pengelolaan lingkungan hidup,” pungkas Hwin. (don/rel)

Ekobis

Pendidikan

Hukum

Kesehatan

Komunitas