Tiga Kepling Tersandung Kasus Narkoba, Syaiful Ramadhan Desak Revisi Perda Kepling

Minggu, September 06, 2026

MEDAN (patimpus.com) - Munculnya sejumlah kasus oknum Kepala Lingkungan (Kepling) di Kota Medan yang ditangkap aparat kepolisian karena diduga terlibat dalam peredaran gelap narkoba menjadi perhatian serius DPRD Kota Medan.


Sepanjang 2026, setidaknya tiga oknum Kepling di Kota Medan tercatat ditangkap aparat kepolisian dalam kasus narkoba. Bahkan, para oknum tersebut diduga tidak sekadar sebagai pengguna, tetapi ada yang diduga berperan dalam jaringan peredaran narkoba.


Tiga kasus tersebut masing-masing melibatkan MF (41), Kepling di Medan Barat yang ditangkap Polrestabes Medan pada Maret 2026 di Kelurahan Pulau Brayan Kota. Kemudian AR (37), Kepling di Medan Polonia yang ditangkap Direktorat Reserse Narkoba Polda Sumut pada 15 Agustus 2026 di Jalan Starban.


Terbaru, FAP (41), seorang Kepling wanita di Kecamatan Medan Maimun, ditangkap Satresnarkoba Polrestabes Medan pada akhir Agustus 2026 di kawasan Jalan Brigjen Katamso.


Rentetan kasus tersebut dinilai menjadi alarm serius bagi Pemerintah Kota (Pemko) Medan untuk melakukan evaluasi menyeluruh terhadap proses rekrutmen dan pengangkatan Kepling.


Sekretaris Komisi I DPRD Kota Medan, Syaiful Ramadhan, mendesak Pemko Medan segera melakukan revisi terhadap Perda Kota Medan Nomor 9 Tahun 2017 tentang Pedoman Pembentukan Lingkungan, Pengangkatan dan Pemberhentian Kepala Lingkungan.


Menurut Syaiful, salah satu poin penting yang harus dimasukkan dalam revisi Perda tersebut adalah persyaratan calon Kepling wajib bebas dari narkoba yang dibuktikan melalui tes narkoba sebelum proses pengangkatan.


“Kita mendesak Pemkot supaya merevisi Perda Kepling, terutama mencantumkan poin menjadi Kepling harus bebas narkoba,” ujar Syaiful Ramadhan di Medan, Minggu (6/09/2026). 


Ia menjelaskan, persyaratan bebas narkoba tersebut belum secara tegas tercantum dalam Perda Kota Medan Nomor 9 Tahun 2017. Padahal, posisi Kepling sangat strategis karena berhubungan langsung dengan masyarakat dan menjadi salah satu unsur pemerintahan yang berada paling dekat dengan warga.


Syaiful yang juga merupakan anggota Badan Pembentukan Peraturan Daerah (Bapemperda) DPRD Kota Medan menilai, seorang Kepling semestinya mampu menjadi pengayom sekaligus teladan bagi masyarakat, bukan justru terseret dalam praktik penyalahgunaan maupun peredaran narkoba.


“Ini kasus serius. Ada Kepling yang kedapatan memiliki ribual pil ekstasi dan narkoba jenis baru, ini tentu mencoreng marwah Kota Medan,” tegasnya.


Karena itu, menurut Syaiful, persyaratan bebas narkoba harus menjadi syarat wajib dan tidak boleh sekadar formalitas dalam setiap proses rekrutmen maupun pengangkatan Kepling.


Ia mendorong agar setiap calon Kepling menjalani pemeriksaan atau tes narkoba yang dilakukan melalui mekanisme yang dapat dipertanggungjawabkan. Selain pada tahap seleksi, pemeriksaan berkala juga dinilai perlu dipertimbangkan sebagai bagian dari upaya menjaga integritas aparatur di tingkat lingkungan.


“Jangan sampai orang yang seharusnya ikut menjaga masyarakat justru terlibat dalam peredaran narkoba. Rekrutmen Kepling harus benar-benar selektif. Bebas narkoba harus menjadi salah satu syarat mutlak,” tegasnya.


Saat ini, berdasarkan data Pemkot Medan, terdapat 2.001 Kepling yang tersebar di 152 kelurahan pada 21 kecamatan dengan luas wilayah Kota Medan mencapai sekitar 26.510 hektare.


Menurut Syaiful, jumlah Kepling yang mencapai ribuan orang tersebut menunjukkan pentingnya sistem rekrutmen dan pengawasan yang kuat. Tidak hanya persoalan narkoba, sejumlah persoalan lain terkait Kepling juga masih menjadi polemik di tengah masyarakat, termasuk proses pengangkatan dan periodisasi jabatan.


“Selain narkoba, masalah Kepling yang lain juga masih menjadi polemik di tengah-tengah masyarakat, seperti pengangkatan dan periodisasi,” pungkasnya. (don)

Rico Waas Dorong Perlindungan Pekerja Diperluas, Perkuat Sinergi Pemko Medan-BPJS Ketenagakerjaan

Jumat, September 04, 2026


MEDAN (patimpus.com) - Walikota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas mendorong penguatan sinergi dengan BPJS Ketenagakerjaan untuk memperluas perlindungan sosial bagi pekerja, termasuk pekerja informal. 


Menurutnya, perlindungan ketenagakerjaan harus hadir nyata dan memberi rasa aman bagi masyarakat dalam menghadapi risiko sosial ekonomi dunia kerja.


Pesan tersebut disampaikan Rico Waas melalui sambutan tertulis yang dibacakan Pj. Sekda Medan Erfin Fachrurrazi pada peringatan Hari Pelanggan Nasional 2026 bersama BPJS Ketenagakerjaan di Kantor BPJS Ketenagakerjaan Medan Kota, Jumat (4/9/2026).


Kegiatan tersebut turut dihadiri Kakanwil BPJS Ketenagakerjaan Sumbagut Kunto Wibowo, Kepala Cabang BPJS Ketenagakerjaan Kota Medan Jefri Iswanto, Kepala Dinas Ketenagakerjaan Sumatera Utara Illyan Chandra Simbolon, dan Plt. Kepala Dinas Ketenagakerjaan Medan Ramaddan.


Rico Waas mengapresiasi pelaksanaan kegiatan tersebut sebagai bentuk perhatian BPJS Ketenagakerjaan kepada peserta sekaligus upaya menghadirkan pelayanan yang proaktif, humanis, dan memberi nilai tambah.


“Pelayanan yang baik harus dimulai dari kemauan untuk mendengar dan memahami kebutuhan peserta. Kita ingin masyarakat tidak hanya mendapatkan pelayanan, tetapi juga merasa didengar, dipahami, dan dilayani dengan baik,” pesan Rico Waas dalam sambutannya.


Ia menegaskan, Pemko Medan akan terus mendorong sinergi dengan BPJS Ketenagakerjaan agar cakupan perlindungan ketenagakerjaan semakin luas. Perlindungan sosial, lanjutnya, tidak sekadar menyangkut program, tetapi juga kepastian dan rasa aman bagi masyarakat.


Rico Waas juga berharap peringatan Hari Pelanggan Nasional tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial. Momentum tersebut harus dimanfaatkan untuk semakin mendekatkan pelayanan kepada masyarakat dan memastikan hak perlindungan pekerja terpenuhi.


“Semangat seperti inilah yang perlu terus kita kuatkan dalam mewujudkan Medan untuk semua, semua untuk Medan,” ujarnya.


Komitmen tersebut turut ditunjukkan melalui penyerahan manfaat Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK) dan Jaminan Kematian (JKM) kepada ahli waris dua pekerja dalam kegiatan tersebut. Penyerahan dilakukan Kunto Wibowo bersama Erfin Fachrurrazi.


Santunan JKK diberikan kepada Surti Adiyama, orang tua almarhum Setiawan yang bekerja di perusahaan Samudera Lautan. Total manfaat yang diterima mencapai Rp345.999.000, terdiri atas JKK meninggal dunia Rp300.400.000 dan Jaminan Hari Tua (JHT) Rp45.187.000. Selain itu, Surti juga memperoleh manfaat Jaminan Pensiun (JP) berkala sebagai ahli waris.


Selanjutnya, manfaat JKM sebesar Rp237.217.970 diserahkan kepada Khairani, istri almarhum Niko Irawan yang bekerja di perusahaan Sun Saintik Kreasi Teknik. Dua anak almarhum juga mendapatkan manfaat beasiswa pendidikan mulai jenjang SD, SMP, SMA hingga perguruan tinggi.


Saat ditemui wartawan usai acara, Erfin Fachrurrazi menyampaikan dukungan penuh Pemko Medan terhadap kegiatan yang diinisiasi BPJS Ketenagakerjaan tersebut. Ia mengatakan kolaborasi kedua pihak terus diarahkan agar perlindungan pekerja semakin dekat dengan masyarakat.


Salah satu bentuk kolaborasi dilakukan melalui program perlindungan dan jaminan sosial bagi pekerja informal yang dijalankan Pemko Medan. Selain itu, kepala lingkungan (Kepling) didorong berperan sebagai agen yang menyosialisasikan manfaat BPJS Ketenagakerjaan sekaligus mengajak masyarakat dan perusahaan meningkatkan kepesertaan.


“Kepling kita dorong menjadi agen untuk menyampaikan kepada masyarakat dan perusahaan pentingnya perlindungan melalui BPJS Ketenagakerjaan,” kata Erfin.


Kolaborasi juga diarahkan pada pemberdayaan penerima manfaat. Produk UMKM hasil pelatihan dan pemberdayaan peserta BPJS Ketenagakerjaan akan didorong memiliki akses pemasaran melalui Galeri Mustika Deli.


Pemko Medan, kata Erfin, turut membuka ruang kolaborasi melalui program “Sapa Warga”. BPJS Ketenagakerjaan diharapkan dapat ikut turun langsung ke tengah masyarakat sehingga edukasi mengenai manfaat jaminan sosial ketenagakerjaan sekaligus peningkatan kepesertaan dapat dilakukan lebih efektif.


“Jadi kita ingin pelayanan itu tidak hanya menunggu masyarakat datang, tetapi kita juga hadir di tengah masyarakat,” ujarnya. (rel/don)

‎Peringati Hari Pelanggan Nasional 2026, XLSMART Lebih Dekat, Hadirkan Promo, Dan Dengarkan Langsung Masukan Serentak Di 9 Wilayah Indonesia

Jumat, September 04, 2026

‎MEDAN (patimpus.com) - Dalam rangka Hari Pelanggan Nasional 2026, PT XLSMART Telecom Sejahtera Tbk (XLSMART) menghadirkan mekanisme mendengar langsung suara pelanggan melalui dialog bersama jajaran direksi dan manajemen dengan menyelenggarakan Customer Day 2026 pada 3–6 September 2026 di sembilan (9) wilayah Indonesia. 

‎Melalui kegiatan ini, jajaran Board of Directors (BOD), manajemen, dan perwakilan karyawan XLSMART turun langsung menemui pelanggan untuk menggali pengalaman, kebutuhan, serta masukan terkait layanan yang digunakan dalam aktivitas sehari-hari.

‎Berbeda dari kegiatan apresiasi pelanggan pada umumnya, Customer Day 2026 juga dirancang sebagai ruang untuk mempercepat tindak lanjut atas masukan pelanggan. Para BOD dan jajaran manajemen XLSMART melakukan dialog langsung serta menggali pengalaman pelanggan di lapangan. 

‎Temuan yang diperoleh kemudian dikonsolidasikan dan dibahas secara online pada hari yang sama bersama tim terkait untuk mengidentifikasi akar persoalan, menentukan prioritas, serta merumuskan langkah tindak lanjut yang dapat dilakukan.

‎Mengusung semangat “All In, For You” atau “Lebih Dekat. Lebih Peduli. Lebih Melayani.”, Customer Day 2026 menjadi bagian dari komitmen XLSMART untuk menjadikan suara pelanggan sebagai salah satu dasar dalam pengembangan produk, layanan, dan kualitas jaringan. 

‎Selain mendengarkan masukan pelanggan, kegiatan ini juga menghadirkan berbagai manfaat dan penawaran khusus bagi pelanggan XL, XL PRIORITAS, SMARTFREN, AXIS, dan XL HOME melalui berbagai saluran interaksi seperti aplikasi myXL, AXISNET, mySF, XL Center, Smartfren Gallery, serta kanal layanan lainnya.

‎Customer Day 2026 mempertemukan pelanggan dengan jajaran direksi, manajemen, dan perwakilan karyawan XLSMART di ruang publik, hangout place, gerai layanan, serta home service store. 

‎Dalam pertemuan tersebut, pelanggan dapat menyampaikan pengalaman menggunakan layanan, kebutuhan konektivitas untuk aktivitas sehari-hari maupun kebutuhan internet rumah, serta berbagai aspek layanan yang masih dapat ditingkatkan.

‎Presiden Direktur & CEO XLSMART, Rajeev Sethi, mengatakan mendengarkan masukan pelanggan sangat penting untuk bisa ditindaklanjuti agar terjalin hubungan yang lebih dekat.

‎ “Bagi kami, mendengarkan pelanggan tidak boleh berhenti pada menerima masukan. Yang lebih penting adalah bagaimana masukan tersebut segera dibawa ke dalam proses pengambilan keputusan dan ditindaklanjuti. Melalui Customer Day ini, jajaran BOD dan manajemen turun langsung menemui pelanggan, kemudian temuan dari lapangan kami bahas bersama pada hari yang sama untuk menentukan langkah berikutnya.” ungkap Rajeev Sethi. Kamis (3/9/2026).

‎“Pendekatan ini merupakan bagian dari upaya kami untuk terus membangun hubungan yang lebih dekat dengan pelanggan dan memastikan bahwa kebutuhan mereka menjadi pertimbangan penting dalam menghadirkan produk, layanan, dan kualitas jaringan yang semakin relevan,” lanjut Rajeev.

‎Masukan yang diperoleh melalui Customer Day 2026 menjadi bagian dari proses berkelanjutan XLSMART dalam meningkatkan pengalaman pelanggan dan melalui mekanisme mendengar, memahami, dan menindaklanjuti suara pelanggan, XLSMART terus memperkuat budaya customer centricity dalam setiap pengembangan layanan.

‎Komitmen meningkatkan pengalaman pelanggan berjalan seiring dengan penguatan infrastruktur digital dan kualitas jaringan XLSMART. Saat ini, jaringan XLSMART didukung lebih dari 265 ribu BTS dan melayani lebih dari 69,4 juta pelanggan di Indonesia. Penguatan kapasitas, kualitas, serta perluasan jaringan 4G dan 5G terus dilakukan untuk memenuhi kebutuhan konektivitas pelanggan yang terus berkembang.

‎Kualitas jaringan XLSMART melalui layanan XL juga mendapat pengakuan independen dalam Ookla Speedtest Awards semester pertama 2026. 

‎Berdasarkan analisis Speedtest Intelligence, XL meraih Best Mobile Network, Best 5G Network, Fastest 5G, dan Best 5G Video Experience di Indonesia. Informasi selengkapnya dapat dilihat melalui halaman resmi Speedtest Awards Indonesia.

‎Sementara itu, layanan internet Rumah XL SATU yang kini hadir sebagai XL HOME dengan identitas yang semakin dekat untuk kebutuhan WiFi rumah pelanggan, berhasil meraih The Most Reliable Broadband Network dan Top Video Experience melalui Opensignal Fixed Broadband Experience Awards, April 2026 untuk kategori National Fixed-Line Experience di Indonesia.

‎Melalui Customer Day 2026, XLSMART menegaskan bahwa mendengarkan pelanggan merupakan bagian dari cara kerja perusahaan dalam menghadirkan pengalaman digital yang lebih baik. Dengan memastikan suara pelanggan masuk ke dalam proses evaluasi dan pengambilan keputusan, XLSMART terus menghadirkan konektivitas yang semakin relevan bagi pelanggan di seluruh Indonesia.

‎Berbagai Promo Hari Pelanggan Nasional 2026 Untuk Pelanggan XLSMART

‎ 

XL

‎Melalui XL Poin Serba #1, pelanggan dapat menukarkan satu XL Poin untuk memperoleh berbagai pilihan kuota dan voucher. Pelanggan juga berkesempatan mendapatkan bonus hingga 17GB kuota 5G saat membeli FlexMax 100GB selama periode promo. Seluruh promo tersedia melalui aplikasi myXL.

‎XL PRIORITAS

‎Nikmati Postpaid Ultra 5G+ Max dengan harga spesial hanya Rp200 ribu/bulan dari harga normal Rp300 ribu/bulan selama tiga bulan pertama. Pelanggan dapat menikmati kuota all unlimited dengan pengalaman internet berkecepatan Ultra 5G+. Promo tersedia eksklusif di XL Center. Pelanggan juga dapat melakukan redeem voucher Fore Coffee melalui aplikasi myXL dengan promo Buy 2 Get 1 Fore Coffee.

SMARTFREN

‎Melalui SmartPoin Festival, pelanggan dapat menukarkan mulai dari 10 SmartPoin melalui aplikasi mySF untuk memperoleh berbagai hadiah menarik, termasuk voucher diskon hingga 60%. Khusus periode Hari Pelanggan Nasional (1–4 September 2026), pelanggan terpilih juga berkesempatan mendapatkan bonus kuota 88GB dan Tebus Murah dengan diskon 50%. Pelanggan yang mengunjungi Smartfren Gallery terpilih juga berkesempatan memperoleh voucher belanja.

AXIS

‎Pada 3–4 September 2026, pelanggan dapat memperoleh bonus Kuota Utama dan TikTok hingga 5GB dengan menukarkan AXIS COIN melalui fitur ALIFETIME pada aplikasi AXISNET. Informasi selengkapnya tersedia pada halaman Hari Pelanggan Nasional AXIS 2026.

‎XL HOME

‎Memasuki momentum Hari Pelanggan Nasional, XL HOME menghadirkan apresiasi dan aktivitas spesial untuk pelanggan. Pelanggan dapat mengikuti kuis spesial di media sosial dengan menjawab pertanyaan untuk berkesempatan menjadi 50 pemenang yang mendapatkan paket voucher digital, mulai dari akses nonton gratis CATCHPLAY+ selama 30 hari hingga potongan harga untuk sesi olahraga. Pemenang lainnya juga berkesempatan mendapatkan hadiah berupa Funko Pop eksklusif, tiket single rental CATCHPLAY+, dan e-wallet.

‎Bagi pelanggan baru yang berlangganan XL HOME melalui XL Center pada 3–5 September 2026, tersedia diskon hingga 30% selama tiga bulan untuk paket dengan kecepatan mulai dari 100 Mbps. Melalui rangkaian ini, XL HOME terus menghadirkan pengalaman digital dan hiburan rumah yang lebih menyenangkan bagi pelanggan. (rell/soni)

Rico Waas Minta TPID Bergerak Lebih Dini Kendalikan Inflasi dan Deflasi

Kamis, September 03, 2026


MEDAN (patimpus.com) - Walikota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas meminta Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Kota Medan bergerak lebih dini dalam mengendalikan inflasi dan deflasi, bukan menunggu harga naik dan masyarakat mengeluh.


Menurutnya, langkah pengendalian harus berbasis data, antisipatif, dan didukung sinergi seluruh pemangku kepentingan.


Pesan tersebut disampaikan Rico Waas melalui sambutan tertulis yang dibacakan Pj. Sekda Medan Erfin Fahrurrazi saat membuka kegiatan Capacity Building Anggota TPID Kota Medan untuk Meningkatkan Pemahaman dan Tanggung Jawab dalam Pengendalian Inflasi dan Deflasi Kota Medan, Kamis (3/9/2026), di Ruang Rapat III Kantor Walikota Medan.


Walikota mengatakan, persoalan harga langsung bersentuhan dengan kehidupan masyarakat. Karena itu, anggota TPID perlu memahami kondisi inflasi dan deflasi beserta penyebab dan dampaknya, dengan menjadikan data dan informasi terkini sebagai dasar menentukan kebijakan.


Ia menjelaskan, inflasi yang terlalu tinggi dapat menekan daya beli masyarakat. Sementara deflasi yang terjadi secara luas dan terus-menerus perlu dicermati karena dapat menunjukkan melemahnya permintaan dan aktivitas ekonomi.


“Jangan sampai kita baru bergerak ketika harga sudah naik dan masyarakat sudah mengeluh,” kata Rico Waas.


Untuk itu, Rico Waas meminta TPID memperkuat keterjangkauan harga, ketersediaan pasokan, kelancaran distribusi, dan komunikasi yang efektif. Potensi kekurangan pasokan perlu diantisipasi, gangguan distribusi segera dicari penyebabnya, dan pergerakan harga cepat direspons.


Rico Waas juga berharap data BPS Kota Medan menjadi bahan analisis dalam merumuskan kebijakan strategis yang kemudian dituangkan ke dalam program daerah terkait pengendalian inflasi dan deflasi.


Rico Waas menegaskan pengendalian inflasi membutuhkan sinergi lintas sektor. Pemko Medan perlu memperkuat koordinasi dengan pemerintah daerah lain, Bank Indonesia, BPS, Perum Bulog, pelaku usaha, Kadin, dunia akademik, dan pemangku kepentingan lainnya.


“Jangan kita bekerja sendiri-sendiri karena data harus tersambung, informasi harus cepat, dan ketika ada persoalan di lapangan kita harus tahu siapa yang bisa langsung bergerak,” ujarnya.


Rico Waas berharap capacity building tidak berhenti pada peningkatan pengetahuan, tetapi dilanjutkan dengan komitmen dan tindakan nyata. Ia meminta anggota TPID semakin peka membaca pergerakan harga, cepat mengantisipasi risiko, dan memperkuat sinergi dalam menjaga perekonomian Medan.


“Pada akhirnya, yang kita jaga bukan sekadar angka inflasi, tetapi daya beli, ketenangan, dan kesejahteraan masyarakat sesuai dengan semangat Medan Untuk Semua dan Semua Untuk Medan,” pungkasnya.


Sementara itu, Kabag Perekonomian Setda Medan Reza Hanafi melaporkan capacity building digelar untuk meningkatkan pemahaman dan kapasitas anggota TPID mengenai dinamika inflasi dan deflasi, faktor yang mempengaruhinya, serta strategi yang dapat diterapkan di lapangan.


Menurut Reza, stabilitas harga penting untuk menjaga daya beli masyarakat dan menciptakan iklim perekonomian yang kondusif. Kegiatan tersebut mengusung tema “Penguatan Sinergi dan Kapasitas Anggota TPID Kota Medan dalam Pengendalian Inflasi dan Antisipasi Deflasi untuk Menjaga Stabilitas Harga dan Daya Beli Masyarakat”.


Capacity building menghadirkan Kepala BPS Kota Medan Hafsyah Aprillia dengan materi “Menjaga Stabilitas, Menguatkan Ekonomi: Analisis Inflasi dan Kondisi Perekonomian Kota Medan”, Dr Ade Gunawan SE MS, yang membawakan materi “Strategi Penguatan Kapasitas Pemerintah Daerah dalam Pengendalian Inflasi dan Antisipasi Deflasi, Studi Kasus: Pemerintah Kota Medan, Sumatera Utara”, dan Tutut Tiana tentang Capacity Building TPID. 


Kegiatan ini dihadiri  antara lain perwakilan Bank Indonesia Sumatera Utara, BPS Kota Medan, akademisi, jajaran pimpinan perangkat daerah, serta unsur dunia usaha. (rel/don)

Hj Sri Rezeki Desak Pemko Medan Tetapkan Status Siaga Bencana

Kamis, September 03, 2026


MEDAN (patimpus.com) - Wakil Ketua DPRD Kota Medan, Hj Sri Rezeki AMd, mendesak Pemerintah Kota (Pemko) Medan untuk segera menetapkan status siaga bencana di seluruh lini instansi. 


Langkah ini dinilai mendesak guna mengantisipasi ancaman banjir akibat cuaca ekstrem serta dampak sebaran abu vulkanik dari erupsi Gunung Sinabung yang berpotensi masuk ke wilayah ibukota Provinsi Sumatra Utara tersebut.


Politisi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) ini menegaskan bahwa infrastruktur penanganan banjir dan program normalisasi drainase harus dioptimalkan secara maksimal. Hal ini berkaca pada tingginya intensitas hujan terus-menerus yang melanda Kota Medan belakangan ini. 


"Kita harus belajar dari musibah masa lalu yang nyaris menenggelamkan separuh wilayah Kota Medan. Kami meminta Pemko Medan memperkuat manajemen risiko bencana dan mempercepat pemetaan serta penanggulangan titik rawan banjir hingga ancaman pohon tumbang demi menjamin keselamatan warga," tegas Sri Rezeki, Kamis (3/9/2026).


Ia juga berharap anggaran besar yang dialokasikan untuk perbaikan infrastruktur dan drainase dapat memberikan dampak yang nyata di lapangan. Menurutnya, kesiapan sistem saluran air merupakan benteng utama dalam melindungi masyarakat dari ancaman banjir musiman.


"Anggaran perbaikan infrastruktur dan perbaikan drainase diharapkan berdampak nyata bagi masyarakat sebagai benteng utama untuk mencegah banjir. Jangan sampai terulang kembali musibah banjir besar yang terjadi di kota ini," ujar legislator Dapil IV ini. 


Selain persoalan banjir, Sri juga menaruh perhatian serius terhadap dampak erupsi Gunung Sinabung. Meski jarak geografis cukup jauh, paparan polutan abu vulkanik dinilai tetap mengancam kesehatan warga Medan. 


Oleh karena itu, ia meminta Dinas Kesehatan Kota Medan dan instansi terkait untuk bersiaga penuh mengantisipasi lonjakan kasus Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA).


Selain itu, masyarakat juga diimbau untuk menjaga imunitas tubuh di tengah cuaca ekstrem yang fluktuatif, di mana perubahan cuaca dari panas terik pada siang hari dapat berubah menjadi hujan lebat pada sore atau malam hari.


"Kami meminta masyarakat untuk menggunakan masker saat berada di luar ruangan sebagai langkah perlindungan. Khusus untuk kelompok rentan seperti usia lanjut dan anak-anak, sebaiknya kurangi aktivitas di luar rumah jika kondisi udara memburuk," pungkasnya. (rel/don)

Ekobis

Pendidikan

Hukum

Kesehatan

Komunitas

Jajanan

Peristiwa