Plt Direktur RS Pirngadi Medan, Mardohar Tambunan Berharap Pelatihan IRJ Dapat Dipraktekkan Sehari-hari

Senin, Oktober 26, 2026


MEDAN (patimpus.com) – RSUD Dr Pirngadi Medan resmi menutup Pelatihan Manajemen Instalasi Rawat Jalan Tahun 2026 yang berlangsung selama empat hari, 21–24 Oktober 2026. 


Kegiatan ini diharapkan mampu meningkatkan kompetensi tenaga kesehatan dalam mengelola pelayanan rawat jalan yang profesional, efektif, dan berorientasi pada kepuasan pasien.


Penutupan pelatihan dilaksanakan pada Sabtu (24/10/2026) oleh Pelaksana Tugas (Plt) Direktur RSUD Dr Pirngadi Medan, dr Mardohar Tambunan MKes. 


Kegiatan tersebut turut dihadiri narasumber dari Himpunan Perawat Manajer Indonesia (HPMI) Wilayah Sumatera Utara, Seriga Banjarnahor SKep Ns MARS PhD FISQua, serta jajaran panitia dan peserta pelatihan.


Dalam sambutannya, Mardohar mengatakan instalasi rawat jalan merupakan salah satu pintu utama pelayanan rumah sakit. Karena itu, pengelolaannya harus dilakukan secara profesional dengan mengutamakan keselamatan pasien dan kualitas pelayanan.


Ia berharap seluruh peserta dapat menerapkan ilmu dan keterampilan yang diperoleh selama pelatihan dalam pelaksanaan tugas sehari-hari.


“Saya berharap ilmu yang diperoleh melalui pelatihan ini tidak hanya menjadi pengetahuan, tetapi benar-benar diterapkan dalam pekerjaan sehari-hari. Mari kita tingkatkan koordinasi, disiplin, dan kualitas pelayanan agar masyarakat semakin percaya dan nyaman berobat di RSUD Dr Pirngadi Kota Medan,” ujar Mardohar.


Menurutnya, peningkatan kualitas pelayanan tidak terlepas dari manajemen yang baik, koordinasi antarpersonel, serta komitmen seluruh jajaran rumah sakit dalam memberikan pelayanan yang aman dan nyaman bagi masyarakat.


Mardohar juga menyampaikan apresiasi kepada narasumber, panitia, dan peserta yang telah mengikuti seluruh rangkaian kegiatan dengan penuh semangat.


“Manajemen yang baik menghasilkan pelayanan yang hebat, pasien puas, dan rumah sakit semakin berkualitas,” katanya.


Pelatihan Manajemen Instalasi Rawat Jalan tersebut menjadi momentum untuk memperkuat kemampuan pengelolaan pelayanan, meningkatkan koordinasi, serta membangun komitmen bersama dalam menghadirkan layanan kesehatan yang semakin bermutu.


Melalui pelatihan ini, RSUD Dr Pirngadi Medan berharap pelayanan rawat jalan dapat semakin responsif, efektif, dan humanis, sekaligus meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap pelayanan rumah sakit.


Mardohar mengajak seluruh peserta untuk terus belajar, berinovasi, dan mengembangkan kompetensi demi memberikan pelayanan kesehatan terbaik kepada masyarakat.


Dengan berakhirnya pelatihan tersebut, RSUD Dr Pirngadi Medan menegaskan komitmennya untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan melalui penguatan manajemen dan pengembangan sumber daya manusia.


Pelatihan Manajemen Instalasi Rawat Jalan Tahun 2026 secara resmi ditutup oleh Mardohar Tambunan pada Sabtu (24/10/2026). (don)

Operasi Patuh Toba 2026 Dimulai, Sasar Pelanggaran Lalu Lintas di Medan

Senin, Oktober 26, 2026


MEDAN (patimpus.com) - Apel Gelar Pasukan Operasi Kepolisian Kewilayahan Patuh Toba 2026 digelar di Lapangan Apel Polrestabes Medan pada Senin, 26 Oktober 2026.


Operasi lalu lintas serentak di wilayah hukum Polrestabes Medan ini berlangsung selama 14 hari, terhitung sejak 26 Oktober hingga 8 November 2026.


Walikota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas diwakili Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat M. Sofyan dalam apel tersebut. Kegiatan ini juga diikuti sejumlah perangkat daerah terkait di lingkungan Pemko Medan, antara lain Dinas Perhubungan, Satpol PP, dan Diskominfo. Kepala Dinas Kominfo Arrahmaan Pane diwakili Sekretaris Budi Hariono.


Dalam apel tersebut, Wakapolrestabes Medan AKBP Rudy Silaen membacakan amanat tertulis Kapolrestabes Medan Kombes Jean Calvijn Simanjuntak. Amanat tersebut menekankan bahwa Operasi Patuh Toba 2026 diselenggarakan untuk meningkatkan kesadaran, kepatuhan, dan disiplin masyarakat dalam berlalu lintas guna mewujudkan keamanan, keselamatan, ketertiban, dan kelancaran lalu lintas di wilayah hukum Polrestabes Medan. 


Dia mengajak seluruh personel untuk aktif mengedukasi masyarakat agar menjadikan keselamatan berlalu lintas sebagai kebutuhan bersama, bukan sekadar patuh karena adanya razia petugas, sekaligus mengubah citra lalu lintas Kota Medan agar lebih disiplin dan tertib.


Operasi yang bersifat terbuka ini melibatkan personel gabungan dari TNI AD, Denpom, Satpol PP, Dinas Perhubungan, dan instansi terkait lainnya. Langkah penindakan yang dilakukan mencakup deteksi dini lokasi rawan kemacetan dan kecelakaan, sosialisasi edukatif, hingga penegakan hukum secara elektronik maupun teguran simpatik dan humanis.


Sasaran prioritas penindakan meliputi pengemudi yang menggunakan ponsel saat berkendara, pengemudi di bawah umur, penumpang di atas kap angkutan umum, pengendara tanpa helm SNI, pengemudi di bawah pengaruh alkohol, berkendara melawan arus, pengemudi tanpa sabuk keselamatan, berkendara ugal-ugalan, kendaraan over dimensi dan over load, hingga kendaraan tanpa STNK dan plat nomor resmi.


Selain penindakan di lapangan, petugas juga disiagakan untuk menangkal penyebaran berita hoaks terkait pelaksanaan operasi. Kapolrestabes Medan menginstruksikan kepada seluruh anggota di lapangan agar menjaga kondisi fisik dan mental, mengedepankan pelayanan humanis, serta menghindari sikap arogan yang dapat merusak citra institusi. 


"Melalui komunikasi, koordinasi, dan sinergi yang harmonis antara Polri, TNI, Pemko Medan, dan masyarakat, Operasi Patuh Toba 2026 diharapkan dapat menurunkan angka pelanggaran serta kecelakaan lalu lintas secara signifikan di Kota Medan," sebutnya. (rel/don)

STIE Eka Prasetya ‎Gelar PKM Travel Photography Di SMKN 1 Medan, Dorong Peningkatan Kompetensi Siswa

Jumat, Oktober 23, 2026


‎MEDAN (patimpus.com) - Mahasiswa Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi (STIE) Eka Prasetya melaksanakan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) bertajuk 'Travel Photography Skill : Meningkatkan Nilai Kompetensi Siswa SMKN 1 Medan Jurusan Usaha Perjalanan Wisata melalui Ilmu Fotografi di Era Digital', pada Jumat (23/10/2026), bertempat di Grand Hall STIE Eka Prasetya Medan.

‎

‎Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan siswa dalam bidang fotografi, khususnya dalam memanfaatkan teknologi digital untuk menghasilkan konten visual yang menarik dan bermanfaat bagi kebutuhan pendidikan maupun dunia kerja.

‎

‎Kegiatan tersebut dihadiri oleh Wakil Kepala Sekolah SMKN 1 Medan, Jenri Hamongan Saragih SPd MPd, yang menyampaikan dukungan terhadap pelaksanaan kegiatan positif tersebut. 

‎

‎Menurutnya, kegiatan PKM menjadi salah satu upaya untuk menambah wawasan dan meningkatkan kompetensi siswa agar lebih siap menghadapi perkembangan dunia digital.

‎

‎Turut hadir Dedy Lazuardi SE MM, selaku Dosen Pembimbing Lapangan (DPL), yang mendampingi pelaksanaan kegiatan pengabdian kepada masyarakat tersebut.

‎

‎Dalam kegiatan ini, para siswa mendapatkan materi dasar fotografi, pemahaman mengenai pentingnya keterampilan visual di era digital, serta praktik fotografi menggunakan smartphone. 

‎

‎Kegiatan juga dikemas secara interaktif untuk meningkatkan antusiasme dan partisipasi siswa selama mengikuti pelatihan.

‎

‎Rizky Mulya Akbar, selaku ketua pelaksana PKM sekaligus pemateri, menyampaikan harapannya agar kegiatan tersebut dapat memberikan manfaat nyata bagi para siswa.

‎

‎“Saya berharap semoga dengan diadakannya kegiatan PKM ini, ilmu yang diberikan dapat bermanfaat dan memberikan dampak positif bagi adik-adik siswa SMKN 1 Medan. Di era digital saat ini, skill fotografi sangat dibutuhkan, tidak hanya untuk kebutuhan pribadi, tetapi juga untuk pendidikan, promosi, dan dunia kerja.” Ujar Rizky.

‎

‎Ia juga berharap agar para siswa dapat mengembangkan keterampilan fotografi secara berkelanjutan dan memanfaatkan teknologi yang tersedia, termasuk smartphone, untuk menghasilkan karya visual yang kreatif dan berkualitas.

‎

‎Melalui kegiatan PKM ini, diharapkan terjalin kolaborasi yang baik antara perguruan tinggi dan sekolah dalam mendukung peningkatan kompetensi siswa. Keterampilan fotografi diharapkan menjadi bekal tambahan bagi siswa untuk menghadapi tantangan serta peluang di era digital.

‎

‎*PKM Sebagai Bentuk Pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi*

‎

‎Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) tersebut merupakan salah satu bentuk pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi yang bertujuan memberikan kontribusi nyata kepada masyarakat melalui penerapan ilmu pengetahuan dan keterampilan. 

‎

‎Kegiatan PKM STIE Eka Prasetyadi SMKN 1 Medan ini, berfokus pada pengenalan dan praktik keterampilan fotografi sebagai kompetensi pendukung bagi siswa di era digital. (Soni)

Perpisahan Konsul Jepang, Rico Waas Dorong Peluang Kerjasama Baru dengan Medan

Kamis, Oktober 22, 2026


MEDAN (patimpus.com) - Pergantian tugas Konsul Jenderal Jepang di Medan, Furugori Toru, diharapkan tidak mengakhiri hubungan baik yang telah terbangun, tetapi justru membuka peluang kerja sama yang lebih luas antara Jepang dan Kota Medan di berbagai sektor strategis.


Harapan tersebut disampaikan Walikota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas melalui Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setda Kota Medan, Muhammad Sofyan, dalam resepsi perpisahan Furugori Toru di Function Room Lantai 1 JW Marriott Hotel Medan, Rabu (21/10/26) malam.


Dalam sambutan yang dibacakan Asisten Pemerintahan Dan Kesejahteraan, Rico Waas menilai, hubungan persahabatan dengan negara-negara sahabat menjadi salah satu modal penting bagi Kota Medan untuk terus berkembang sebagai kota yang terbuka terhadap kolaborasi internasional. 


Karena itu, hubungan baik antara Medan dan Jepang diharapkan terus diperkuat melalui kerja sama di bidang ekonomi, pendidikan, kebudayaan, serta sektor lainnya yang memberikan manfaat bagi masyarakat.


“Perpisahan pada hari ini hendaknya bukan menjadi akhir dari hubungan yang telah terjalin, melainkan menjadi awal dari persahabatan yang semakin erat di masa mendatang,” katanya


Atas nama Pemko Medan dan masyarakat, Rico Waas turut menyampaikan apresiasi kepada Furugori Toru atas dedikasi dan kontribusinya selama menjalankan tugas sebagai Konsul Jenderal Jepang di Medan.


Menurut Rico Waas, kehadiran Furugori Toru telah menjadi bagian dari perjalanan hubungan persahabatan antara Jepang dan Kota Medan. Kontribusi tersebut diharapkan menjadi fondasi untuk membangun komunikasi dan sinergi yang lebih kuat pada masa mendatang.


Rico Waas juga menegaskan bahwa Kota Medan senantiasa terbuka menyambut kehadiran sahabat dari berbagai negara. Dengan keberagaman budaya dan keramahan masyarakatnya, Medan memiliki potensi untuk terus memperluas hubungan dengan dunia internasional.


Rico Waas berharap Furugori Toru membawa kenangan baik selama bertugas di Medan, mulai dari keberagaman budaya, kehangatan masyarakat, hingga kekayaan kuliner khas kota ini.


"Meski masa tugasnya berakhir, diharapkan kedekatan yang telah terbangun tetap terpelihara. Pengalaman dan hubungan yang diperoleh selama bertugas di Medan diharapkan dapat menjadi bagian dari jalinan persahabatan yang terus berlanjut,” jelasnya.


Menutup sambutan Rico Waas, Asisten Pemerintahan Dan Kesejahteraan menyampaikan doa agar Furugori Toru senantiasa diberikan kesehatan, kebahagiaan, dan kesuksesan dalam melanjutkan pengabdian di tempat yang baru.


Ia juga menegaskan bahwa Kota Medan akan selalu terbuka untuk menyambut kembali kehadiran Furugori Toru, sekaligus menjaga persahabatan yang telah terjalin antara masyarakat Medan dan Jepang.


Hadir dalam pertemuan tersebut Anggota DPR RI Maruli Siahaan, mewakili Gubernur Sumut, Abu Kosim, para Konsul Negara Sahabat dan sejumlah Pimpinan lembaga ataupun Organisasi. (rel/don)

‎Resmikan Rumah Singgah Pasien, Senator KH M Nuh Apresiasi FOZ Sumut Bantu Masyarakat ‎

Kamis, Oktober 22, 2026



‎MEDAN (patimpus.com) - Senator Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia (DPD RI) Sumatera Utara (Sumut) KH M Nuh MSP, meresmikan Rumah Singgah Pasien hasil kolaborasi Forum Zakat (FOZ) Sumatera Utara di Jalan Bunga Lau Dalam No 37, Kelurahan Kemenangan Tani, Kecamatan Medan Tuntungan, Kota Medan, Rabu (21/10/2026).

‎

‎Rumah singgah ini dihadirkan untuk membantu pasien dari keluarga kurang mampu yang membutuhkan tempat tinggal sementara selama menjalani pengobatan di Medan. 

‎

‎Fasilitas tersebut merupakan hasil gotong royong 14 lembaga zakat dan kemanusiaan yang tergabung dalam FOZ Sumut.

‎

‎Ustadz M Nuh mengapresiasi kerja nyata FOZ Sumut dalam membantu masyarakat. ‎M Nuh juga mengatakan bahwa keberadaan rumah singgah benar-benar membantu pasien dan meringankan beban keluarga mereka.

‎

‎“Ini kebaikan-kebaikan yang perlu dikabarkan. Masih banyak orang baik di negeri kita ini yang berbuat kebaikan. Hal-hal seperti ini harus disampaikan kepada masyarakat agar semakin banyak orang tergerak untuk melakukan kebaikan,” ujar M Nuh.

‎

‎Di samping itu Ketua FOZ Sumatera Utara, Sulaiman, menjelaskan rumah singgah tersebut memiliki kapasitas untuk menampung tujuh pasien dan tujuh orang pendamping. Pengelola juga disiapkan untuk mengkoordinasikan aktivitas harian rumah singgah agar pelayanan kepada pasien berjalan dengan baik.

‎

‎Selain tempat tinggal, rumah singgah menyediakan makanan bagi pasien dan pendamping selama berada di sana. 

‎

‎Layanan ini diprioritaskan bagi masyarakat kurang mampu yang membutuhkan dukungan selama menjalani pengobatan.

‎

‎Sementara itu, Ketua Bidang III Sinergi dan Kolaborasi FOZ Sumut, Koko Cihuy, mengatakan rumah singgah tersebut terwujud melalui kerja sama dan semangat gotong royong 14 lembaga zakat dan kemanusiaan.

‎

‎“Rumah singgah ini merupakan hasil kolaborasi bersama. Empat belas lembaga bergotong royong agar fasilitas ini dapat diwujudkan dan dimanfaatkan oleh masyarakat yang membutuhkan,” ujarnya.

‎

‎Ia menambahkan, rumah singgah mulai beroperasi pada Kamis, 22 Oktober 2026. Bahkan, pasien telah menempati fasilitas tersebut sejak awal operasional.

‎

‎Adapun 14 lembaga yang terlibat dalam kolaborasi ini adalah Dompet Dhuafa Waspada, Inisiatif Zakat Indonesia (IZI), DT Peduli, Rumah Zakat, PPPA Daarul Qur’an, Nurul Hayat, Yatim Mandiri, Ikut Berbagi Indonesia, Maskanul Insani, Rumah Yatim, Baitul Maal Hidayatullah (BMH), Yakesma, Griya Yatim Dhuafa, dan Lembaga Manajemen Infaq (LMI). (Soni)

Ekobis

Pendidikan

Hukum

Kesehatan

Komunitas

Jajanan

Peristiwa

Tradisi