Walikota Medan Izinkan Stadion Teladan Jadi Homebase PSMS Medan

Rabu, November 04, 2026


MEDAN (patimpus.com) - Walikota Medan, Rico Tri Putra Bayu Waas, secara resmi memberikan izin klub sepak bola PSMS Medan untuk menjadikan Stadion Teladan sebagai kandang (homebase) mereka kembali.


Kepastian ini didapat saat Wali Kota Medan Rico Waas menerima audiensi jajaran manajemen PSMS Medan di Balai Kota, Rabu (4/11/2026).


Dalam pertemuan tersebut, Wali Kota Medan Rico Waas menyampaikan rasa bahagianya dapat bertemu dan berdiskusi secara langsung terkait masa depan PSMS Medan serta pengembangan Stadion Teladan.


"Senang sekali bisa bertemu secara langsung membicarakan masa depan PSMS dan Stadion Teladan. Bagi saya, PSMS adalah kebanggaan kita bersama, jadi tidak ada masalah PSMS menjadikan Stadion Teladan sebagai homebase," ujar Rico Waas.


Rico Waas menegaskan bahwa Pemko Medan membuka pintu selebar-lebarnya untuk PSMS. Bahkan, ia memberi opsi agar PSMS memiliki dua markas sekaligus untuk mendukung perjuangan tim.


"Kalau bisa PSMS memiliki dua homebase, yakni Stadion Teladan dan Stadion Utama Sumut," tambahnya.


Stadion Teladan yang baru selesai dibenahi kini tampil jauh lebih modern. Rico Waas memaparkan bahwa seluruh fasilitas di stadion telah berstandar internasional dengan kapasitas mampu menampung hingga 20.000 penonton. Terkait infrastruktur penunjang seperti parkir, Pemko Medan juga telah menyiapkan berbagai kantong parkir di sekitar lokasi.


"Teladan dibangun untuk menjadi tempat kebanggaan masyarakat Medan, khususnya PSMS. Sekarang kita semua harus fokus memajukan tim," tegas Rico, yang juga mengapresiasi performa permainan PSMS Medan yang dinilainya terus meningkat pesat.


Sementara itu, Presiden PSMS Medan, Fendi Jonathan, menyampaikan apresiasi atas dukungan penuh dari Pemerintah Kota Medan. Menurut Fendi, silaturahmi ini dilakukan demi mengembalikan marwah PSMS Medan ke rumah aslinya.


"Tujuan kami hadir di sini adalah untuk bersilaturahmi. Bagi kami, tempat PSMS sebenarnya adalah di Teladan, itu adalah marwah kami. Harapan kami ke depannya PSMS Medan bisa kembali berlaga di Stadion Teladan," tutur Fendi. (rel/don)

Pascabencana Aceh dan Sumut, CSL Dorong Kemitraan dan Investasi untuk Ketahanan Petani dan Rantai Pasok Sawit

Selasa, November 03, 2026


JAKARTA (patimpus.com) - Hampir setahun setelah bencana hidrometeorologi melanda Aceh dan Sumatra Utara (Sumut), Coalition for Sustainable Livelihoods (CSL) mendorong kemitraan lintas sektor dan investasi untuk memperkuat ketahanan petani serta rantai pasok kelapa sawit terhadap risiko iklim. 


Sebagai platform multipihak, CSL memfasilitasi Executive Dialogue 2026 bertajuk “Scaling Partnership and Investment for Resilient Palm Oil Landscapes and Sustainable Supply Chains in Aceh and North Sumatra” pada Senin, 2 November 2026, di Jakarta. 


Dorongan tersebut berangkat dari dampak banjir, tanah longsor, dan cuaca ekstrem yang merusak infrastruktur serta memperlihatkan kerentanan petani dan rantai pasok sawit. 


Luas lahan perkebunan sawit di Sumut mencapai 1,3 juta hektar dan di Aceh sekitar 487,5 ribu hektar, yang mayoritas dikelola oleh petani swadaya. 


Dengan peran penting kedua wilayah dalam produksi sawit nasional, ketahanan iklim menjadi kebutuhan mendesak untuk menjaga ekonomi perdesaan dan investasi jangka panjang. Penguatan petani juga menjadi bagian dari prioritas pemerintah. 


Deputi Bidang Koordinasi Usaha Pangan dan Pertanian di Kementerian Koordinator Bidang Pangan Republik Indonesia, Widiastuti SE MSi QIA, menitikberatkan pada pentingnya sinergi kebijakan, ketahanan infrastruktur pertanian, dan kapasitas petani menghadapi risiko bencana. 


“Petani harus menjadi pelaku utama transformasi sawit berkelanjutan. Di Aceh dan Sumut, sawit menopang ekonomi perdesaan. Karena itu, praktik budidaya yang baik dan ramah lingkungan menjadi kebutuhan utama,” ujar Widiastuti. 


Untuk menghubungkan prioritas tersebut dengan dukungan lintas sektor, CSL menempatkan  dialog sebagai ruang untuk menjembatani kebutuhan daerah dan peluang investasi ekonomi hijau. 


Edward Manihuruk, CSL Lead, menegaskan bahwa ketahanan lanskap bukan hanya agenda lingkungan, tetapi juga fondasi keberlanjutan bisnis. 


“Temuan lapangan perlu diterjemahkan menjadi investasi nyata yang melindungi petani dan menjaga rantai pasok global. Melalui dialog ini, CSL menjembatani pemerintah daerah, industri, lembaga pendanaan, dan masyarakat sipil untuk mewujudkannya,” ujar Edward. 


Kebutuhan menjembatani kondisi lapangan dan investasi tercermin dalam asesmen Landscape Maturity Index (MLI) 2026 yang dilakukan CSL di 10 kabupaten target. Sebagian daerah masih berada pada tahap berkembang (emerging stage), yang menunjukkan kemajuan pesat dalam tata kelola lingkungan dan kolaborasi publik-swasta. 


Namun, kemajuan tersebut masih dihadapkan pada tantangan pemulihan pascabencana dan risiko perubahan iklim yang memengaruhi mata pencaharian masyarakat. 


Bupati Tapanuli Tengah, Masinton Pasaribu SH MH, menekankan kebutuhan dukungan lintas sektor.


“Setahun setelah banjir, kami masih menghadapi curah hujan tinggi dan banjir susulan. Penyelamatan masyarakat terdampak tetap menjadi prioritas. Tapanuli Tengah memiliki 159 desa dan lahan sawit milik masyarakat seluas 16.836 hektare. Kami tidak menentang investasi, tetapi sawit harus memberi manfaat dan mendorong pertumbuhan bagi masyarakat sekitar. Untuk itu, kami membutuhkan kemitraan erat dengan sektor swasta, kementerian, dan lembaga pendukung lainnya,” tutur Masinton. 


Kebutuhan daerah tersebut menegaskan pentingnya landasan ilmiah dalam menentukan prioritas pemulihan dan investasi. 


Dr Beria Leimona SP MSi, Theme Leader Climate Change, Energy, and Low Carbon Development CIFOR-ICRAF, menjelaskan peran riset dan analisis lanskap dalam mitigasi risiko bencana. 


“Penanganan risiko bencana di tingkat lanskap membutuhkan koordinasi antarkabupaten. Kerusakan lahan, termasuk menurunnya kesehatan DAS, perlu menjadi perhatian dalam pengambilan keputusan. 




Informasi ilmiah membantu pemerintah menyelaraskan kepentingan ekologi dan ekonomi, dengan dukungan partisipasi hingga tingkat global,” imbuh Beria. 


Agar perencanaan berbasis ilmiah dapat diwujudkan di lapangan, dukungan pembiayaan perlu selaras dengan prioritas daerah. 


Sacha Amaruzaman PhD, Senior Programme Manager Yayasan Inisiatif Dagang Hijau (IDH), menyoroti pentingnya mekanisme pengurangan risiko (de-risking). 


“Investasi di tingkat tapak harus tepat sasaran, tidak terfragmentasi, dan selaras dengan prioritas pemerintah daerah. Pengalaman di Aceh Tamiang melalui Aceh Sustainable Working Group menunjukkan pentingnya kolaborasi pemerintah kabupaten, provinsi, dan pusat dengan perusahaan global untuk mendukung investasi bebas deforestasi, legalitas lahan petani, serta rantai pasok yang berkelanjutan dan inklusif bagi masyarakat lokal,” sebut Sacha. 


Selain keselarasan pembiayaan, kesiapan petani menjadi bagian penting dalam membuka peluang investasi. 


Jerry Imansyah SSi MSc, Sundaland Program Director Konservasi Indonesia menyoroti tantangan produktivitas dan pendampingan di tingkat lanskap. 


“Di lapangan, kami masih menghadapi produktivitas yang terbatas, kecenderungan perluasan lahan, dan penerapan regulasi yang belum optimal. Konservasi Indonesia mendampingi petani menerapkan agroforestri dan restorasi agar siap mengakses peluang investasi,” ujar Jerry. 


Melalui Executive Dialogue 2026, CSL berkomitmen menjembatani kebutuhan daerah, dukungan ilmiah, pembiayaan, dan pendampingan petani untuk mendorong langkah konkret serta kesepakatan model kemitraan baru. Upaya ini diarahkan untuk mendukung ekosistem komoditas yang tangguh dan berkelanjutan. 


Tentang Coalition for Sustainable Livelihoods (CSL) Coalition for Sustainable Livelihoods (CSL) adalah inisiatif multipihak yang menghubungkan pemerintah, pelaku usaha, organisasi kemasyarakatan, serta lembaga pendanaan untuk mempercepat pembangunan lanskap berkelanjutan, meningkatkan kesejahteraan petani kecil, serta menjaga kelestarian lingkungan di Indonesia, khususnya di wilayah Aceh dan Sumatera Utara. (rel/don)

Perumda Tirtanadi Raih Juara Pertama Ajang Lomba Konten Video Satya JKN Award 2026 Tingkat Nasional

Minggu, November 01, 2026


JAKARTA (patimpus.com) - Konten video yang ditampilkan tim Sekretaris Perusahaan Perumda Tirtanadi berhasil memukau dewan juri, sehingga sepakat dengan penilaian objektif BUMD milik Pemprov Sumut tersebut memperoleh juara pertama terbaik.


Raihan prestasi tersebut diperoleh dalam ajang lomba konten video Badan Usaha rangkaian kegiatan Satya JKN Awards 2026 Tingkat Nasional Kategori Badan Usaha Milik Daerah (BUMD).


Penghargaan yang diberikan kepada Perumda Tirtanadi sebagai juara pertama tersebut, diserahkan langsung oleh Direktur Utama BPJS Kesehatan Prihati Pujowaskito diterima Dewan Pengawas Perumda Tirtanadi Andi Atmoko H Panggabean sebagai bentuk apresiasi Perumda Tirtanadi dalam mendukung program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) berlangsung Jumat di Hotel Bidakara Jakarta (30/10/2026).


Anggota Dewan Pengawas Perumda Tirtanadi Andi Atmoko H Panggabean usai menerima penghargaan mengatakan sangat mengapresiasi kerja tim Sekretaris Perusahaan yang berhasil menampilkan konten video yang menurut penilaian tim juri merupakan yang terbaik dari sekian konten video yang tampil dari Badan Usaha lain.


"Alhamdulillah saya sangat bangga dan apresiasi kepada tim Sekretaris Perusahaan atas kerja kerasnya sehingga berhasil meraih juara pertama terbaik Nasional, ternyata tim Sekper mampu menyajikan konten beredukasi tinggi dan mudah dipahami masyarakat," ujar Andi Atmoko H Panggabean didampingi staf Sekper Syaiful  Hadi.


Sementara di tempat terpisah Direktur Utama Perumda Tirtanadi Ardian Surbakti ketika dimintai komentarnya melalui telepon selular mengatakan bahwa Perumda Tirtanadi sangat peduli akan kesehatan dan keselamatan pegawai dalam melaksanakan tugas baik di lapangan maupun di kantor agar pelaksanaan pekerjaan dapat dilaksanakan maksimal.


Dikatakan Ardian Surbakti jaminan kesehatan maupun keselamatan kerja bagi pegawai mutlak diberikan perusahaan untuk mendapatkan hasil pelayanan yang prima kepada pelanggan.


Selain itu diharapkan penghargaan juara pertama terbaik Nasional yang diraih tidak hanya sebatas pada konten video yang ditampilkan namun mampu mengaplikasikannya dalam pekerjaan sehari-hari.


"Keberhasilan juara pertama terbaik Nasional ini merupakan langkah awal yang baik dalam berbuat yang terbaik lagi dan saya berharap tidak hanya pada konten video namun dapat diaplikasikan dalam melayani pelanggan," ujar Ardian Surbakti Sabtu (31/10/2026). (don)

‎Dongkrak Kapasitas Pelaku UMKM, Perum LKBN ANTARA Adakan Pelatihan Lewat Inovasi Dan Konten Digital

Sabtu, Oktober 31, 2026


‎MEDAN (patimpus.com) - Perum LKBN ANTARA memperkuat kapasitas pelaku Usaha Mikro, Kecil Dan Menegah (UMKM) di Kota Medan guna meningkatkan daya saing dalam menjalankan aktivitasnya.

‎

‎Kepala Biro LKBN ANTARA Sumatera Utara Irwan Arfa mengatakan, peningkatan kapasitas menjadi penting bagi pelaku usaha karena mendongkrak kreativitas untuk mengembangkan produknya.

‎

‎"Pelatihan ini menjadi komitmen kami dalam meningkatkan kapasitas pelaku usaha untuk mendongkrak kreativitas menjalankan aktivitas-nya," ujar Irwan Arfa usai Pelatihan Usaha Mikro Kecil LKBN ANTARA di Medan, Jumat (30/10/2026).

‎

‎Irwan Arfa mengatakan, pelatihan yang merupakan bagian dari tanggung jawab sosial dan lingkungan perusahaan tersebut sejalan dengan visi-misi pemerintah yang mendongkrak UMKM berdaya saing.

‎

‎Menurut Irwan, perusahaan yang berperan sebagai kantor berita nasional tersebut mendongkrak kapasitas UMKM di Kota Medan lewat visual dan konten digital.

‎

‎"Kenapa digital menjadi penting bagi UMKM, karena digital sangat membantu di dunia modern seperti ini," ungkap Irwan.

‎

‎Ia mengatakan lagi, pelaku UMKM bakal dapat kemudahan bilamana dalam aktivitasnya memanfaatkan digitalisasi seperti menjangkau pasar yang lebih luas.

‎

‎"Jangan sampai kita mengabaikan pemasaran online karena akan berdampak di dunia teknologi saat ini," ujar Irwan.

‎

‎Oleh karena itu, Irwan menegaskan, perusahaan tersebut berkomitmen untuk meningkatkan daya saing pelaku UMKM dengan memperkuat kapasitas terhadap dunia digitalisasi.

‎

‎Irwan dalam kesempatan tersebut menyebut pelatihan yang mengangkat tema meningkatkan daya saing UMK lewat inovasi dan konten digital melatih 70 peserta binaan Pemerintah Kota Medan, Sumatera Utara.

‎

‎Dalam pelatihan tersebut, kata dia, pelaku UMKM dibekali tentang teknik dasar penyajian foto produk yang dibimbing oleh Pewarta Foto Antara Sumut Yudi Manar dan tentang Optimasi Digital Marketing yang langsung dipimpin Manejer TJSL LKBN ANTARA.

‎

‎"Ini merupakan komitmen bersama dalam meningkatkan daya saing pelaku UMKM termasuk di Kota Medan. kita siap berkerjasama dengan pemerintah daerah untuk mendongkrak kreativitas UMKM di Kota Medan," tegas Irwan lagi.

‎

‎Sementara itu, Pemerintah Kota (Pemkot) Medan melalui Kepala Dinas Koperasi, UMK, Perindustrian dan Perdagangan Kota Medan Hendra Ridho mengapresiasi kegiatan LKBN ANTARA yang mendukung peningkatan kapasitas pelaku UMKM di Kota Medan.

‎

‎Hendra Ridho menyebut pelatihan usaha mikro kecil yang diselenggarakan Perum LKBN ANTARA sebagai upaya untuk memperkuat kapasitas pelaku usaha demi berdaya saing.

‎

‎"Kegiatan ini bentuk dukungan nyata dari berbagai pihak dalam meningkatkan kapasitas dan daya saing pelaku usaha khususnya UMKM di Medan," ujar Kepala Dinas Koperasi, UMK, Perindustrian dan Perdagangan Kota Medan Hendra Ridho, usai membuka pelatihan UMK, di Medan.

‎

‎Menurut Hendra Ridho, pelatihan yang diselenggarakan Lembaga Kantor Berita Nasional  tersebut menjadi salah satu kebutuhan bagi pelaku UMKM meningkatkan kapasitas.

‎

‎Hendra juga mengatakan pelatihan yang mengangkat tema meningkatkan daya saing UMK lewat inovasi dan konten digital memberi pemahaman pelaku usaha di dunia teknologi saat ini.

‎

‎"Produk yang menarik harus ditampilkan secara baik. Sementara keunggulan produk perlu dikomunikasikan melalui konten yang kreatif dan inovatif. Jadi pelatihan ini sangat baik bagi para pelaku UMKM," jelas Hendra Ridho.

‎

‎Oleh karena itu, Hendra mengatakan peran dan kontribusi yang diberikan Perum LKBN ANTARA yang menggelar pelatihan tersebut menjadi penyemangat pemerintah daerah untuk meningkatkan kapasitas UMKM demi berdaya saing.

‎

‎Hendra mengatakan lagi, peningkatan daya saing menjadi salah satu prioritas pemerintah kota setempat guna meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

‎

‎"Saya berharap pengetahuan yang diperoleh dapat diterapkan dalam kegiatan usaha sehari-hari. Pemkot Medan terus mendorong penguatan UMKM sebagai bagian dari upaya peningkatan perekonomian masyarakat," terang Hendra. (Soni)

Syaiful Ramadhan Apresiasi Gerak Cepat Pemko Medan Tangani Banjir Sei Deli, Ingatkan Soal Kesiapan Anggaran

Jumat, Oktober 30, 2026


MEDAN (patimpus.com) - Anggota DPRD Kota Medan, Syaiful Ramadhan, mengapresiasi langkah cepat Pemerintah Kota (Pemko) Medan dalam menangani banjir yang melanda kawasan sekitar aliran Sungai Deli.


Menurutnya, respons cepat pemerintah daerah sangat dibutuhkan untuk memastikan keselamatan masyarakat serta meringankan beban warga yang terdampak banjir.


Syaiful mengatakan, gerak cepat Pemko Medan terlihat sejak debit air mulai meningkat. Ia menilai kesiapsiagaan tersebut menjadi hal penting dalam penanganan bencana. 


Sebab, dalam situasi banjir, kecepatan merespons sangat menentukan keselamatan warga, terutama masyarakat yang tinggal di kawasan rawan banjir di sepanjang bantaran Sungai Deli khususnya.


"Ini yang patut kita apresiasi. Ketika air mulai naik, petugas sudah bersiaga. Saat banjir terjadi, warga dievakuasi dan diberikan makanan. Artinya, pemerintah tidak hanya melakukan pemantauan, tetapi juga hadir langsung membantu masyarakat," ujar Syaiful kepada wartawan di Medan, Jumat (30/10/2026). 


Meski masih ada kekurangan, Syaiful menilai langkah antisipatif Pemko Medan dalam memberikan perhatiannya kepada warga merupakan capaian yang baik.


"Langkah antisipatif jajaran Pemko Medan dalam menangani banjir di lingkungan permukiman bersama masyarakat merupakan bentuk kepedulian dan kehadiran pemerintah di tengah warga," katanya.


Secara khusus, Syaiful menyampaikan apresiasi kepada Walikota Medan, Kepala BPBD Kota Medan beserta seluruh jajaran organisasi perangkat daerah (OPD), petugas lapangan, dan unsur terkait yang telah terlibat dalam penanganan banjir tersebut. Namun ia menekankan pentingnya kesiapan anggaran.


"Yang paling penting dalam penanganan bencana ini tentunya kesiapan anggaran. Kita juga mengharapkan banjir tidak boleh berhenti pada tahap evakuasi dan bantuan darurat. Pemerintah juga perlu memperkuat langkah mitigasi dan pencegahan melalui normalisasi sungai, perbaikan drainase, pemetaan kawasan rawan banjir, serta kesiapan sarana dan prasarana kebencanaan," tutup Syaiful. (don)

Ekobis

Pendidikan

Hukum

Kesehatan

Komunitas

Jajanan

Peristiwa

Tradisi