Headline News

Capaian Imunisasi Bayi Turun, Dinkes Medan Minta Orangtua Tak Termakan Isu Hoax

PATIMPUS.COM – Dinas Kesehatan Kota Medan menaruh perhatian serius terhadap menurunnya capaian imunisasi bayi pascapandemi COVID-19. Padaha...

Capaian Imunisasi Bayi Turun, Dinkes Medan Minta Orangtua Tak Termakan Isu Hoax
| Rabu, Januari 21, 2026

By On Rabu, Januari 21, 2026


PATIMPUS.COM – Dinas Kesehatan Kota Medan menaruh perhatian serius terhadap menurunnya capaian imunisasi bayi pascapandemi COVID-19.


Padahal, imunisasi menjadi benteng paling awal untuk melindungi anak dari berbagai penyakit menular yang bisa berakibat fatal.


Ketua Tim Kerja Surveilans & Imunisasi Dinkes Medan, Julhilminil Amani Hasibuan, SK, mengungkapkan bahwa hingga kini cakupan imunisasi di Medan belum kembali mencapai target tahunan. Kondisi ini justru terjadi di tengah minimnya ancaman wabah serius di awal tahun.


“Kalau melihat laporan puskesmas, penyakit yang muncul masih tergolong penyakit biasa, seperti flu musiman. Tidak ada lonjakan signifikan. Justru yang menjadi pekerjaan rumah kami adalah imunisasi bayi yang capaiannya menurun,” ujar Julhilminil kepada wartawan, Selasa (20/01/2026).


Ia menyebutkan, sebelum pandemi, capaian imunisasi bayi di Medan relatif stabil. Namun setelah COVID-19, banyak orang tua menjadi ragu membawa anak ke puskesmas. Keraguan itu sebagian besar dipicu oleh informasi yang beredar di media sosial dan grup percakapan, yang kerap tidak memiliki dasar ilmiah.


“Kadang masyarakat lebih cepat percaya informasi yang tidak bisa dipertanggungjawabkan. Padahal imunisasi itu sudah terbukti secara ilmiah sebagai cara paling efektif mencegah anak sakit,” katanya.


Julhilminil menegaskan, kekhawatiran orang tua seharusnya tidak berlebihan, apalagi jika hanya bersumber dari isu atau cerita yang belum jelas kebenarannya.


Menurutnya, imunisasi bayi justru menjadi kunci penting untuk menjaga daya tahan tubuh anak, terutama di masa penyakit musiman seperti flu. Anak yang imunisasinya lengkap akan jauh lebih terlindungi dari komplikasi penyakit.


Untuk meningkatkan kepercayaan masyarakat, Dinkes Medan telah melakukan berbagai upaya, mulai dari menggandeng Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) hingga turun langsung ke puskesmas dan sekolah-sekolah.


Orang tua dikumpulkan dan diberi penjelasan langsung oleh dokter spesialis anak tentang manfaat dan keamanan imunisasi.


“Kami sudah keliling puskesmas, bertemu orang tua, guru, dan tokoh masyarakat. Tapi harus kami akui, hasilnya belum signifikan. Karena itu kami sangat berharap peran media untuk membantu menyuarakan pentingnya imunisasi bayi,” ujarnya.


Julhilminil juga menekankan bahwa imunisasi berbeda dengan vaksin COVID yang sempat menuai pro dan kontra di masyarakat. Imunisasi bayi telah digunakan puluhan tahun, diteliti secara panjang, dan terbukti menurunkan angka kesakitan serta kematian anak.


“Ini bukan hal baru. Imunisasi sudah lama ada dan manfaatnya nyata. Jadi kami mengajak ibu-ibu di Kota Medan, jangan ragu, bawa anak ke puskesmas, lengkapi imunisasinya,” katanya.


Ia berharap, dengan semakin banyak informasi yang benar dan mudah dipahami, kepercayaan masyarakat terhadap imunisasi bayi bisa pulih, sehingga generasi Medan tumbuh lebih sehat dan terlindungi sejak dini. (don)

Waspadai Super Flu, RSU Haji Siagakan Tim PIE
| Selasa, Januari 20, 2026

By On Selasa, Januari 20, 2026

foto : istimewa

PATIMPUS.COM - Rumah Sakit Umum (RSU) Haji Medan mengaku tetap siaga dan waspada dalam menghadapi isu super flu yang kini tengah melanda dunia kesehatan di tanah air. 


Untuk itu, Kepala Bidang Pelayanan Medik dan Keperawatan (Kabid Yankep) di RSU Haji Medan, drg Fitrady Ulianda Siregar, M.Kes mengatakan, pihaknya telah menyiagakan Tim Penyakit Infeksi Emerging (PIE) yang sudah dibentuk. 


"Gak ada persiapan khusus. Tapi timnya sudah ada dibentuk," ungkapnya, Selasa (20/1/2026).


Selain itu, jelasnya, tim yang bertugas di Instalasi Gawat Darurat (IGD) juga agar tetap siaga dan waspada. 


Terutama, tambahnya, terhadap pasien-pasien yang dicurigai terindikasi  penyakit super flu.


Seperti diketahui, di Provinsi Sumatera Utara (Sumut) khususnya Kota Medan, sejauh ini belum ditemukan kasus super flu.


Sebelumnya, Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Medan juga menegaskan hingga saat ini belum menerima surat resmi maupun imbauan kewaspadaan dari Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI maupun Dinas Kesehatan Provinsi Sumatera Utara (Sumut) terkait isu yang berkembang di masyarakat mengenai super flu. 


Plh Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes Medan, Zulhilminil Amani Hasibuan menjelaskan, secara gejala, flu yang ramai dibicarakan tersebut masih mirip dengan flu biasa. Namun demikian, pihaknya belum memiliki dasar resmi untuk memberikan pernyataan lebih jauh.


“Secara gejala memang seperti flu biasa. Sampai saat ini kami belum menerima surat kewaspadaan dari kementerian maupun dari Dinkes Provinsi Sumut. Biasanya surat itu selalu dikirimkan ke daerah, tapi kali ini belum ada,” ujarnya kepada wartawan baru-baru ini. (don)

Perwakilan BKKBN Sumut Tandatangani Komitmen Bersama Zona Integritas Menuju Wilayah Bebas Korupsi
| Senin, Januari 19, 2026

By On Senin, Januari 19, 2026


PATIMPUS.COM - Perwakilan Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Provinsi Sumatera Utara melaksanakan Penandatanganan Komitmen Bersama Pembangunan Zona Integritas (ZI) menuju Wilayah Bebas dari Korupsi (WBK) pada Senin (19/1) di Lapangan kantor Kemendukbangga/BKKBN Perwakilan BKKBN Provinsi Sumatera Utara. 


Kegiatan ini dilaksanakan sebagai wujud nyata keseriusan dalam mendukung Reformasi Birokrasi dan mewujudkan tata kelola pemerintahan yang bersih, transparan, dan akuntabel.


Penandatanganan komitmen bersama ini diikuti oleh Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Sumatera Utara, Dr Fatmawati ST MEng dan seluruh jajaran pegawai Perwakilan BKKBN Provinsi Sumatera Utara. 


"Kegiatan tersebut menjadi momentum penting untuk menyatukan tekad dan langkah seluruh aparatur dalam membangun budaya kerja yang berintegritas serta berorientasi pada peningkatan kualitas pelayanan publik," sebut Kaper BKKBN Sumut, DR Fatmawati ST MEng.


Zona Integritas lanjutnya, merupakan predikat yang diberikan kepada instansi pemerintah yang pimpinan dan jajarannya memiliki komitmen kuat untuk melakukan reformasi birokrasi, khususnya dalam aspek pencegahan korupsi dan peningkatan kualitas pelayanan. 


Pembangunan Zona Integritas menuju Wilayah Bebas dari Korupsi (WBK) menuntut perubahan menyeluruh, tidak hanya pada aspek administrasi, tetapi juga pada pola pikir (mindset) dan budaya kerja (culture set) aparatur.


Pembangunan ZI WBK bertujuan untuk menciptakan lingkungan kerja yang bebas dari praktik korupsi, kolusi, dan nepotisme, sekaligus mendorong terwujudnya pelayanan publik yang cepat, transparan, dan akuntabel.


Melalui ZI WBK, instansi pemerintah diharapkan mampu meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap penyelenggaraan pemerintahan.


Dalam konteks tugas dan fungsi BKKBN, pembangunan Zona Integritas memiliki peran strategis. Sebagai instansi yang menyelenggarakan urusan kependudukan dan pembangunan keluarga, BKKBN dituntut untuk memberikan pelayanan yang profesional, berintegritas, dan berorientasi pada kepentingan masyarakat. 


Oleh karena itu, komitmen bersama menuju WBK menjadi landasan penting dalam memastikan seluruh program dan layanan dilaksanakan secara bersih dan bertanggung jawab.


Pembangunan Zona Integritas menuju WBK bukanlah proses yang instan, melainkan membutuhkan konsistensi, kerja sama, dan pengawasan yang berkelanjutan. 


Seluruh unsur organisasi diharapkan mampu berperan aktif dalam mengimplementasikan nilai-nilai integritas dalam setiap pelaksanaan tugas dan fungsi. Dengan demikian, ZI WBK tidak hanya menjadi simbol komitmen, tetapi benar-benar terinternalisasi dalam budaya kerja sehari-hari.


"Melalui kegiatan penandatanganan komitmen bersama ini, Perwakilan BKKBN Provinsi Sumatera Utara menegaskan tekad untuk terus melakukan pembenahan internal dan meningkatkan kualitas tata kelola organisasi. Upaya ini diharapkan dapat mendukung terwujudnya pelayanan publik yang prima, berintegritas, serta mampu memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, khususnya dalam bidang kependudukan dan pembangunan keluarga," ujarnya.


Ke depan, Perwakilan BKKBN Provinsi Sumatera Utara akan terus mendorong implementasi pembangunan Zona Integritas secara konsisten sebagai bagian dari upaya mewujudkan Wilayah Bebas dari Korupsi, sekaligus memperkuat kepercayaan publik terhadap institusi pemerintah. (don)

Dinkes Medan Gandeng Forwakes Guna Tangkal Berita Hoax Di Medsos
| Minggu, Januari 18, 2026

By On Minggu, Januari 18, 2026


PATIMPUS.COM - Berbagai informasi yang beredar di media sosial (medsos) saat ini tidak bisa dijadikan sumber informasi akurat dan dapat dipercaya.


Sebab banyak kekurangan dari medsos yang bisa menimbulkan dampak negatif, misal risiko kejahatan, kesehatan mental karena adanya 'cyberbullying', hingga sulitnya membedakan fakta alias berita hoax.


Meski medsos banyak kekurangannya, tapi banyak masyarakat malah menjadikan media sosial sebagai sumber informasi yang bisa dipercaya, apalagi jika informasi yang disajikan bermuatan negatif, menyudutkan pihak tertentu tanpa adanya konfirmasi sebagai perimbangan dari pihak-pihak yang tertulis namanya di medsos.


"Kalau kita lihat ya banyak masyarakat sekarang suka lihat berita dari medsos yang terkadang hanya memberitakan satu pihak, tanpa adanya konfirmasi dari pihak lainnya, terkesan menyudutkan dan menjelekkan citra salah satu pihak. Anehnya lagi, masyarakat justru suka hal demikian, hingga komentar-komentarnya berisi amarah bahkan caci maki. Padahal kebenaran dari suatu informasi itu belum tentu  benar. Harus dikroscek kembali," ucap Plt Kadis Kesehatan Kota Medan, dr Surya Syaputra Pulungan melalui Sekretaris Dinkes Kota Medan, Plt Sekretaris Dinas Kesehatan Kota Medan, Iin Juliani Saragih, SKM MM saat menerima Audiensi Forum Kesehatan (Forwakes) Sumut di Kantor Dinkes Kota Medan, belum lama ini.


Iin didampingi Plh Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes Medan Zulhilminil Amani SKM dan Edy Yusuf SKM, MKM selaku Ketua Tim Kerja P2PM Dinas Kesehatan Kota Medan menyampaikan, bahwa dari medsos banyak informasi sepotong atau keterangan yang tidak lengkap. Belum lagi komentar-komentar netizennya yang terkadang tidak etis,  bahkan karena medsos jadi suka marah-marah.


Pihaknya juga menyoroti  medsos yang berisi informasi semisal kegiatan pemerintahan yang positif atau mendapat suatu penghargaan/prestasi malah kurang diapresiasi atau sepi tanggapan. Tapi bila ada isu negatif dari instansi pemerintahan justru disukai, paling banyak dikomentari tanpa mencari penyeimbang dari media lain (media massa) untuk tahu apakah benar informasi yang disampaikan.


Karena itulah mengapa saat ini media massa seperti surat kabar, media elektronik (televisi, radio, termasuk media online) masih sangat dibutuhkan hingga saat ini. 


"Kita tahu media massa memiliki aturan dalam hal peliputan hingga cara penyampaiannya ke masyarakat. Sehingga informasi yang sampai lebih akurat dan dapat dipercaya serta bisa dipertanggungjawabkan," sebutnya.


Selaku instansi pemerintahan di bidang pelayanan kesehatan, mereka memerlukan media massa sebagai penyambung lidah atau penyampai informasi yang tepat kepada masyarakat. Karena itu, pihaknya berharap antara Forwakes dan jajaran Dinkes Medan bisa bermitra dengan baik untuk menangkal berita-berita hoax tentang kesehatan di Kota Medan. 


"Masyarakat juga diharap harus semakin cerdas dalam menyaring informasi dari medsos sehingga tidak terjebak dengan informasi tidak benar (hoaks). Perlu dilakukan kroscek ulang, dari sumber lainnya," serunya.


Menanggapi hal itu Ketua Forwakes Sumut, Mahbubah Lubis menegaskan bahwa media massa hadir, tugasnya selain sebagai penyampai informasi pada masyarakat juga sebagai kontrol sosial atas informasi-informasi yang tidak bisa dipertanggungjawabkan, sebagai penyeimbang, sehingga masyarakat paham mana yang benar. 


Didampingi para pengurus dan anggota Forwakes Sumut, Mahbubah menjelaskan, saat ini medsos sangat berkembang pesat. Hanya saja media massa dan medsos memiliki perbedaan. 


Perbedaan yang sangat mendasar adalah medsos tidak memiliki izin/legalitas dalam penyebaran informasi seperti media massa, bahkan penyebar informasi melalui medsos tidak jelas pelakunya. Kabar yang disampaikan juga kita tidak tahu apakah itu benar atau tidak. Ada pula si penyampai informasi menayangkan di medsosnya hanya untuk mencari sensasi, supaya viral sehingga banyak yang nge-'like' dan naik rating.


Ada pula informasi yang disampaikan merupakan informasi lama, entah sudah beberapa tahun lalu kejadiannya. Tapi diposting ulang lagi hanya demi 'like', seolah-olah kejadiannya baru berlangsung. Untungnya saat ini banyak masyarakat yang sudah cerdas, mencari tahu fakta sebenarnya dari media massa. 


"Jadi tugas media massa itu tidak hanya sekadar penyampai informasi tapi juga untuk mengungkap fakta sebenarnya. Masyarakat harusnya tidak menelan mentah-mentah informasi yang beredar di medsos, sebab banyak bertebaran informasi hoaks di sana," pungkasnya.


Katanya, keunggulan dari medsos hanyalah dalam hal kecepatan (speed), sementara media massa unggul dalam kebenaran dan kedalaman (accuracy & depth). 


"Sebenarnya keduanya saling melengkapi, akan tetapi media massa tetap dibutuhkan sebagai jangkar informasi yang andal di tengah ketidakpastian informasi di medsos," ucapnya.


Mahbubah menambahkan, terkait Forwakes, selama ini sudah hadir sebagai penyampai informasi khususnya tentang pelayanan kesehatan di Kota Medan dan Sumut.


"Forwakes selama 20 tahun ini sudah menjadi mitra penyampai informasi layanan hingga keluhan masyarakat terkait kesehatan, dan selama ini berjalan lancar," ucapnya.


Selain Dinkes Kota Medan, Forwakes juga menjalin mitra dengan instansi lainnya seperti Dinkes Sumut, rumah sakit pemerintahan, rumah sakit swasta, puskesmas dan lainnya. 


"Forwakes senantiasa siap menjadi mitra Dinkes Kota Medan, karena mungkin masih banyak informasi atau kegiatan berkaitan dengan kesehatan belum diketahui masyarakat, sehingga perlu disampaikan lewat media massa," tutup Mahbubah. (don)

Farianda Sinik Ajak Anggota PWI Sumut Ramaikan Turnamen Domino Piala Kapolrestabes
| Sabtu, Januari 17, 2026

By On Sabtu, Januari 17, 2026


PATIMPUS.COM - Dalam rangka memeriahkan Hari Pers Nasional (HPN) 2026, Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Sumatera Utara (Sumut) akan menggelar Turnamen Domino PWI Sumut memperebutkan Piala Kapolrestabes pada 23-24 Januari 2026 mendatang.

‎Turnamen Domino PWI Sumut Piala Kapolrestabes 2026 ini memperebutkan hadiah jutaan rupiah dan akan berlangsung di Gedung PWI Sumut, Jalan Adinogoro Medan.

‎Ketua PWI Sumut H Farianda Putra Sinik mengajak Anggota PWI Sumatera Utara untuk meramaikan Turnamen Domino Piala Kapolrestabes tersebut.  

‎"Turnamen Domino PWI Sumut Piala Kapolrestabes ini merupakan event untuk memeriahkan Hari Pers Nasional (HPN) 2026. Jadi kita berharap agar anggota PWI Sumut ambil bagian," ujar Farianda di Medan, Sabtu (17/1/2026).

‎Selain untuk memeriahkan HPN 2026, lanjut Farianda. Turnamen Domino PWI Sumut juga bertujuan bertujuan untuk meningkatkan tali silaturahmi antar sesama Anggota PWI Sumut dan juga dengan mitra kerja PWI Sumut, Untuk itu, turnamen ini akan dimeriahkan pertandingan eksebisi. 

‎"Pertandingan eksebisi akan digelar antara PWI Sumut, Polrestabes Medan, Kejari Medan, Pemko Medan, DPRD Medan, dan sejumlah instansi lainnya. Jadi turnamen ini akan berlangsung seru," ungkap Farianda. 

‎Sementara itu, Ketua Panitia Ariadi menjelaskan, Turnamen Domino PWI Sumut Piala Kapolrestabes ini akan mempertandingkan dua nomor, yakni perorangan dan berpasangan. Setiap anggota PWI Sumut bisa mengikuti kedua nomor tersebut. 

‎"Jadi setiap anggota PWI Sumut bisa mengikuti kedua nomor itu. Untuk nomor berpasangan, harus didaftarkan dengan tandemnya," jelas Ariadi. 

‎Ariadi mengakui anggota PWI Sumut cukup antusias mengikuti turnamen ini. Terbukti hingga Sabtu 17 Januari 2026, sudah ada 40 orang peserta yang mendaftarkan diri. Jumlah tersebut akan terus bertambah, karena pendaftaran dibuka hingga 22 Januari 2026 mendatang. 

‎"Pendaftaran masih dibuka hingga 22 Januari 2026, namun kita juga membatasi jumlah peserta hanya120 orang untuk perorangan dan 60 tim untuk berpasangan. Jadi kita berharap kawan-kawan segera mendaftarkan diri," harapnya. 

‎Untuk pendaftaran bisa menghubungi Husni Lubis (0821 6461 7324), Ariadi (0813 6157 8515), dan Isvan (0821 6384 0208). Atau bisa mendatangi Kantor PWI Sumut Jalan Adinogoro Medan di jam kerja. Adapun syarat pendaftaran yakni Kartu Biru PWI. (Soni)

M Arif Tanjung : ‎Momentum Isra' Mi'raj 2026 Dinilai Relevan Bangun Karakter Dan Etika Sosial Umat Islam
| Jumat, Januari 16, 2026

By On Jumat, Januari 16, 2026


PATIMPUS.COM - Peringatan Isra Mi'raj Nabi Muhammad SAW tahun 2026 dinilai bukan sekadar peristiwa keagamaan historis, melainkan momentum strategis untuk membangun karakter, etika sosial, serta kesadaran moral umat Islam di tengah tantangan kehidupan modern.

‎Hal tersebut disampaikan Pemerhati Sosial dan Tokoh Masyarakat, M Arif Tanjung, kepada wartawan di Medan, Jumat (16/1/2026).

‎Menurut Arif Tanjung, nilai-nilai yang terkandung dalam peristiwa Isra Mi'raj memiliki relevansi kuat dengan kondisi sosial saat ini, khususnya dalam membentuk pribadi yang disiplin, bertanggung jawab, dan berintegritas melalui pelaksanaan sholat lima waktu.

‎“Isra' Mi'raj mengajarkan umat Islam tentang disiplin waktu, tanggung jawab, serta konsistensi dalam menjalankan perintah Allah. Nilai-nilai ini sangat penting dalam membangun tatanan sosial yang adil dan bermoral,” ujarnya.

‎Ia menuturkan, kewajiban sholat lima waktu yang ditetapkan melalui Isra' Mikraj merupakan fondasi pembentukan karakter seorang Muslim. Sholat itu tiang agama tidak hanya bernilai ibadah ritual, tetapi juga melatih kejujuran, kesabaran, serta kepedulian sosial.

‎Selain itu, Arif Tanjung menilai Isra Mikraj sebagai peristiwa yang mengajarkan keteguhan iman di tengah ujian. Pada masa itu, Nabi Muhammad SAW menghadapi tekanan dakwah dan penolakan, namun justru diberikan kemuliaan oleh Allah SWT sebagai bentuk penguatan spiritual lahir dan bathin.

‎“Pesan terpentingnya adalah ketahanan mental dan spiritual. Umat Islam diajarkan untuk tidak mudah goyah meski menghadapi tekanan, tantangan, atau ketidakadilan, karena disetiap insan manusia sudah di tentukan Qadarnya," jelasnya.

‎Ia juga menyoroti hikmah Isra Mikraj dalam konteks persatuan dan keadilan sosial. Kebersihan hati, menurutnya, merupakan kunci terciptanya sikap toleran dan harmonis dalam kehidupan bermasyarakat yang majemuk.

‎“Jika hati bersih, maka keadilan akan lahir secara alami. Inilah esensi persatuan yang diajarkan melalui peristiwa Isra Mi'raj,” tambahnya.

‎Lebih jauh, Isra Mikraj memperlihatkan kekuasaan Allah SWT yang melampaui nalar manusia. Hal ini, kata Arif Tanjung, menjadi pengingat agar umat Islam tidak semata-mata mengedepankan logika rasional, tetapi juga membangun kepekaan batin dan keimanan.

‎“Dalam kehidupan modern yang serba rasional, Isra Mi'raj mengajarkan keseimbangan antara akal dan hati,” ungkapnya.

‎Arif Tanjung berharap, peringatan Isra Mi'raj 2026 tidak berhenti pada kegiatan seremonial, melainkan menjadi sarana refleksi kolektif untuk memperbaiki perilaku individu maupun sosial.

‎“Jika nilai Isra Mi'raj benar-benar dihayati, maka akan lahiran masyarakat yang religius, beretika, dan saling menghormati,” pungkasnya. (Soni)

Medan

Sumut

Komunitas

Pendidikan

Ekbis