PATIMPUS.COM - Reses Masa Sidang I 2024-2025 yang di gelar Anggota DPRD Kota Medan Syaiful Ramadhan dihadiri oleh ratusan masyarakat dari dua lingkungan di Kelurahan Aur, yakni Lingkungan IV warga Kampung Aur dan Lingkungan III Jalan Mantri.
Hadir juga Ketua DPC PKS Medan Maimun H. Ismalik Syahputra, SE, Tokoh Masyarakat Taufik Rusli, Tokoh Pemuda/Aktivis lingkungan Labosude Budi Bahar, Tokoh Kaum Ibu dari Gerakan Mamak-Mamak Merajut (Gemmar) Arsini.
Dalam Sambutannya Aktivis lingkungan dari Labosude dan juga tokoh pemuda di Kampung Aur Budi Bahar, mengatakan
"Mungkin disini saya curhat pak dewan, kita semua rata-rata kena banjir, benar kata pak Taufik tadi kita disini belum ada apa-apanya dibanding Palestina, tapi kita disini yang namanya untuk bertahan hidup, kelangsungan hidup kedepan buat anak-anak dan cucu kita, yang membuat saya kesal ni pak dewan, kita ini merupakan warga yang tercatat dalam negara, terdaftar dalam negara, tapi sayangnya, saya perhatikan kemana mereka yang punya wewenang dan merasa punya kebijakan, tidak hadir mereka, mau ngapai kami, ini bumerang bagi saya, Lurah Camat gak hadir," ungkap Budi.
Budi juga menyampaikan, agar kiranya Syaiful Ramadhan membuat program kesiagaan disetiap lingkungan, selain itu perahu karet yang sesuai ukuran bisa masuk dari gang ke gang dan peralatan yang memadai sesuai kebutuhan dan bisa memfasilitasi masyarakat.
Budi juga menambahkan, perlunya dibuat Rumah Siaga yang bisa dijadikan tempat penyimpanan fasilitas dan peralatan, serta bisa bermanfaat buat bernaung masyarakat saat bencana.
" Nah ini yang juga mau saya sampaikan kepada Pak Saipul, kalau boleh buat lah suatu program untuk kesiagaan disetiap Lingkungan kalau hanya perahu karet yang kita punya ini Pak, nggak masuk gang ke gang, kita maunya yang sesuai dengan ukuran bisa memfasilitasi masyarakat bisa masuk gang ke gang dan peralatan lainnya yang dibutuhkan, dan Kita juga butuh rumah siaga yang bermanfaat buat bernaung, dan gak mungkin kan rumah ibadah kita jadikan tempat menyimpan fasilitas dan peralatan," terang Budi.
Selain itu, Budi juga menyampaikan agar dibuat program pembedahan rumah didaerah pinggiran sungai, dan program pinjaman buat untuk bangunan rumah masyarakat, selain itu buat pendataan bagi warga yang rumahnya hancur dan hanyut di pinggiran sungai.
"Kalau bisa nanti kedepannya, buatlah program untuk pembedahan rumah pinggiran sungai, walaupun BWS mengatakan bukan wilayahnya, tapi mengapa mereka membiarkan bangunan-bangunan berdiri megah dipinggiran sungai, dan kalau bisa buat program pinjaman untuk masyarakat pinggiran sungai dalam menata rumahnya, dan data masyarakat pinggiran sungai yang rumahnya hanyut atau hancur akibat terjangan banjir, tidak ada pemerintah turun mendata karena ada di titik ini rumah 2arga kita yang hancur dan hanyut," tegas Budi.
Sementara itu, dari kaum emak-emak. tokoh perempuan Arsini menyampaikan, agar program mekar plus di perjuangkan kepada Wali Kota Medan yang baru, selain itu ia juga meminta agar lampu jalan penerangan di depan halaman masjid segera dihidupkan dan diperbaiki.
"Saya disini hanya menyampaikan pesan emak-emak disini, tolong pak Syaiful sampaikan dan perjuangkan mekar plus itu agar bisa bermanfaat buat kami emak-emak, dan juga tolong disampaikan ke PLN, agar diperbaiki lampu jalan kami ini, jalan halaman kami ini gelap, anehnya siang lampunya hidup malam mati," kata Arsini.
Dalam kesempatan itu, ada juga warga yang menyampaikan agar kiranya pemerintahan Gubernur Sumut atau pun Wali Kota Medan yang baru, agar jangan membuat kebijakan-kebijakan yang mengintimidasi warga, yang membuat masyarakat cemas dan khawatir.
"Pengalaman yang kita dapat sebelumnya, kita lihat banyak kebijakan pemerintah yang mengintimidasi, dengan penggusuran, pengukuran untuk rusunawa rusunami, kami harap, pemerintahan baru Gubernur dan Wali Kota yang baru, Buatlah program pro rakyat, mensejahterakan rakyat, jangan lagi buat program yang mengintimidasi rakyat, membuat rakyat cemas dan khawatir, sebagai perpanjangan tangan masyarakat, mohon pak Syaiful sampaikan," kata salah pemuda. (Soni)
Tidak ada komentar:
Write Berikan komentar anda